info palembang dan sekitar nya (@palembang.ckrek)

Polisi memastikan akan ada tersangka baru dalam kasus persekusi terhadap pasangan kekasih di Cikupa, Tangerang, Banten. Polisi juga masih memburu pengunggah video pasangan kekasih tersebut ke media sosial. Seperti ditayangkan Liputan6 Pagi SCTV, Sabtu (18/11/2017), setelah menetapkan enam warga menjadi tersangka, polisi memastikan akan ada tersangka baru kasus persekusi pasangan kekasih tersebut. Adanya tersangka baru, seiring penambahan pasal 289 tentang pelecehan seksual dalam kasus ini. Sementara itu, untuk mencari pengunggah video persekusi ke media sosial, Polresta Tangerang berkoodinasi dengan Satgas Cyber Bareskrim Polri. Polisi masih menyelidiki akun media sosial yang pertama kali mengunggah video hingga menjadi viral di media sosial. Kasus persekusi yang dilakukan enam warga bernisial T, G, I, A, S dan N, dilakukan di rumah kos korban R, dengan tuduhan telah berbuat mesum dengan kekasihnya MA. Keenam tersangka dijerat pasal penganiayaan, pasal perbuatan tidak menyenangkan dan pasal pelecehan dengan ancaman di atas 5 tahun penjara.
sumber: Liputan6 Pagi
#Palembangckrek #miminbayaktanyo
#sumatera #jawa #kalimantan #sulawesi #papua #aceh #medan #jakarta #surabaya #pontianak #palangkaraya #makassar #bali
#indonesia
#viral #viralvideo #video #kabar #info #baru #beritaterki

Pembahasan Publik 🌐 (@pembahasanpublik)

Polisi memastikan akan ada tersangka baru dalam kasus persekusi terhadap pasangan kekasih di Cikupa, Tangerang, Banten. Polisi juga masih memburu pengunggah video pasangan kekasih tersebut ke media sosial. Seperti ditayangkan Liputan6 Pagi SCTV, Sabtu (18/11/2017), setelah menetapkan enam warga menjadi tersangka, polisi memastikan akan ada tersangka baru kasus persekusi pasangan kekasih tersebut. Adanya tersangka baru, seiring penambahan pasal 289 tentang pelecehan seksual dalam kasus ini. Sementara itu, untuk mencari pengunggah video persekusi ke media sosial, Polresta Tangerang berkoodinasi dengan Satgas Cyber Bareskrim Polri. Polisi masih menyelidiki akun media sosial yang pertama kali mengunggah video hingga menjadi viral di media sosial. Kasus persekusi yang dilakukan enam warga bernisial T, G, I, A, S dan N, dilakukan di rumah kos korban R, dengan tuduhan telah berbuat mesum dengan kekasihnya MA. Keenam tersangka dijerat pasal penganiayaan, pasal perbuatan tidak menyenangkan dan pasal pelecehan dengan ancaman di atas 5 tahun penjara.
sumber: Liputan6 Pagi
#pembahasanpublik
#sumatera #jawa #kalimantan #sulawesi #papua #aceh #medan #jakarta #surabaya #pontianak #palangkaraya #makassar #bali
#indonesia
#viral #viralvideo #video #kabar #info #baru #beritaterki

yusufsuryahair (@yusufhair)

@Regranned from @raja.copas - KIBLAT.NET, Kentucky- Suasana penuh haru menyelimuti ruang sidang Trey Alexander Relford (24 tahun), pelaku pembunuhan terhadap Salahudin Jimoud (22 tahun). Bagaimana tidak, dalam sidang kesaksian korban itu tak ada sedikitpun kemarahan dari ayah korban.

Sebaliknya, sang ayah, Abdul Mumin Sombat Jitmoud lebih memilih untuk memaafkan pelaku pembunuh putra kesayangannya itu. Bahkan, dalam sidang itu ia menasehati Relford dengan kata-kata yang santun dan lembut. “Wahai anakku, anak saudaraku, aku memaafkanmu atas nama Salahuddin and ibunya,” ungkap Abdul Mumin seperti dikutip dari Ilmfeed pada Rabu (08/11/2017), dalam sidang yang berlangsung hampir tiga jam itu di Kentucky, Amerika Serikat.

Trey Alexander Relford dijatuhi hukuman 31 tahun atas pembunuhan terhadap Salahuddin Jitmoud, seorang Muslim yang berprofesi sebagai sopir, pada tahun 2015. Ia mengaku bersalah atas keterlibatannya pembunuhan, keterlibatan perampokan dan percobaan penghilangan bukti kematian Salahuddin. Pengakuan Relford dalam persidangan bisa mengakibatkan hukuman mati.

Namun, keputusan Abdul Mumin Sombat Jitmoud, ayah korban untuk memaafkan Relford membuat seisi ruang sidang terharu. Sang ayah telah merelakan kepergian anaknya, dan memilih untuk menasehati pelaku untuk menjadi orang yang lebih baik. “Pengampunan adalah karunia terbesar dalam Islam,” sambung Abdul Mumin Jitmoud.

Abdul Mumin Sombat Jitmoud memeluk Trey Alexander Relford (24 tahun), pembunuh anaknya

Abdul Mumin, yang telah menghabiskan karirnya sebagai kepala sekolah di sekolah-sekolah Islam di berbagai daerah di Amerika. Sementara istrinya bernama Jamilah Linda Kay Kolocotronis Jitmoud, meninggal pada tahun 2013, sebelum Salahuddin terbunuh. Dia dipanggil untuk menghadiri persidangan untuk memberikan kesaksian dari pihak korban sebelum hukuman. “Aku benar-benar kasihan kepada keluargamu. Mereka membesarkanmu dan menginginkanmu untuk menjadi seorang yang sukses.(Karena) kesuksesanmu adalah kesuksesan mereka. Kebahagianmu adalah kebahagian mereka juga,” nesehat Abdul Mumin Sombat Jitmoud terhadap pelaku.

Sumber: Ilmfeed
Redaktur: Syafi’i Iskandar

@raja.copas
#beritaislamterkini
#beritaterki

inGO - information on the GO (@ingo.io)

Menurut peneliti dari University of California, Berkeley dan Duke University, bahan kimia flame retardant yang beracun di dalam sofa menempatkan kamu pada risiko tinggi perkembangan kanker. Dari hasil penelitian diketahui sekitar 85 persen dari 104 sofa di Amerika yang diuji mengandung bahan yang dapat menjadi racun.

Selain itu, peneliti juga menemukan 41 persen sofa mengandung chlorinated TDCPP dan 17 persen lainnya memiliki pentaBDE, bahan kimia yang dilarang penggunaannya di seluruh dunia. Bahan beracun ini banyak terdapat di dalam busa sofa. Tanpa disadari, remah-remah busa sofa bisa dilepaskan di udara bergabung dengan debu dirumah.

Paparan flame retardant dapat menyebabkan gangguan hormon hingga risiko kanker yang sudah terbukti melalui ratusan penelitian sebelumnya baik pada manusia maupun kanker. Parahnya, ibu hamil terkena paparan pentaBDE dalam darahnya berisiko memiliki anak dengan berat badan rendah, IQ rendah hingga gangguan neurologis dan pertumbuhan anak.

@inGO.io "Information on the GO"
Get it on Google Play

#beritaterki #infounik #berita #news #INGOTERKINI #SEKILASINGO #inGOinIG #inGO