Ahmad Aulia Rizaly (@rizalyaulia)

[Story of Semarang - Bapak Ong]

Gue ketemu bapak Ong di saat yang ga tepat. Gue baru aja melintasi jalanan kota Semarang dan hampir aja menyublim (thanks to Semarang yang panas banget), gue baru aja dari Sam Poo Kong tanpa hasil jepretan apapun dan kekecewaan yang mendalam karena gue baru aja buang-buang waktu hunting yang berharga, dan gue tiba Klenteng Hwie Wie Kiong hanya untuk nerima kekecewaan lainnya karena klenteng ini kosong, ga ada siapapun yang berdoa.
.
Setiba gue di klenteng Hwie Wie Kiong, gue langsung masuk, tawafin klentengnya, berharap ada yang bisa gue foto, dan ternyata ga ada. Kemudian gue keluar dari klenteng, dan nemu bapak Ong lagi duduk di samping pintu klenteng, ditemenin rokok, beberapa kursi kosong, dan tv 14 inch yang memutar berita pagi hari. Gue pun senyum ke bapak Ong dan duduk di salah satu kursi kosong di dekat beliau.
.
Seketika, beliau nanya, “Masnya nyari apa? Kok kayak orang bingung?”. Terus gue jawab, “Iya nih pak. Saya lagi nyari foto imlek. Kirain di sini banyak yang berdoa. Saya udah jauh-jauh dari Sam Poo Kong kesini, eh ternyata kosong”. Bapak Ong nanya lagi, “Masnya kerja apa sebenarnya?”. Saya cuma jawab, “Saya fotografer pak hehehe.” (Jawaban khas tiap gue ditanya kerja gue apa)
.
Waktu itu kita akhirnya ngobrol panjang lebar. Gue ga tau gue kerasukan atau keasyikan sampe-sampe gue ngomong segala hal sama bapak Ong, dari struggle gue di FK (yes, akhirnya dia tau kerjaan gue sebenarnya apa), struggle gue dalam kehidupan pribadi, penyebab dada gue nyesek seminggu ini, banyak lah.
Satu hal yang gue ga bisa lupa dari bapak Ong adalah waktu dia ngomong, “Apapun masalahnya, kuncinya satu aja mas, jangan pernah berhenti usaha. Gagal itu biasa. Kalau ga gagal, masnya ga akan berkembang. Kalau ga gagal, masnya ga akan tau kurangnya mas di mana. Gapapa sedih tiap gagal, tapi jangan lupa untuk berdiri kembali. Tuhan nontonin mas kok berjuang. Mas ga pernah sendiri. Tangannya mas itu gunanya dua, untuk berusaha dan untuk berdoa kepada Tuhan. Hidup itu sederhana kok, mas.”
-bersambung ke bawah-

🔘INSTAGRAM MUFTI🔘 (@muftimuhammad_)

Transportasi tradisional yang masih bertahan di tengah generasi milenial. Semoga masih tetap lestari berdampingan dengan perkembangan jaman.

#instasunda
#instastreetid
#humanpotrait
#potretsemangat
More...