KunangKelana (@kunangkecil) [similar]

Photography and poetry from KucingKecil #kunangkelana #sajakkunang Most of pictures are taking by mobile camera

KunangKelana (@kunangkecil)

-
Dia begitu sendu tapi tiada setetespun yg mengendap di pelupuk mata

Malah pecah tawa ia terbahak-bahak namun tak ada yang lucu

Hingga tersedu-sedu juga ia akhirnya dengan sudut bibir yang masih tersungging senyum.

#kunangkelana #sajakkunang

KunangKelana (@kunangkecil)

Dia kembali lagi
Mengendap-ngendap bertahap
Merampas satu demi satu kenangan
Mengelabui mungu pikiran
-
"Hei, aku mengenalnya!
Tapi siapa namanya?
Hei, ada hal penting!
Tapi aku tak yakin itu apa
Hei, tadi apa yg ingin kuperbuat?"
-
Oh jangan lagi
Berhentilah menggrogoti
Semua semakin sukar untuk kuingat
Haruskah ku lunyah saja kepala ini?

#kunangkelana #sajakkunang

KunangKelana (@kunangkecil)

Make a new wound everyday just to make sure I still alive and can feel it. This headache going be worse and worse.
#kunangkelana

KunangKelana (@kunangkecil)

Kau jahanam menjijikan
Kau pikir ini hanya selalu mengenai 'aku'
Kau kira dirimu poros segalanya
Aku malu sekali harus melekat padamu

Tak kau rasakankah betapa jenuh mereka melihat kita
Sia-sia investasi mereka pada kita
Bahkan hidup adalah hutang kekal 'kita'

Hei aku suka garis baru darimu
Ini mulai menjadi candu baruku
Lebih dalam dan lebih jauh
Biarkan dia merekah lalu mengalir
Menenangkan sekali bukan?
Senyuman itu kembali, tapi berbeda
Akhirnya kepala ini sedikit lebih merenggang

Tentu ini hanya rasa rugi bagi mereka
Berhentilah melolong,
Kau bukan dunia, aku pun bukan
Kita hanya 'aku' si egois yg memuakan
-
#kunangkelana #sajakkunang

KunangKelana (@kunangkecil)

.
Terkadang terasa begitu berat dan hampa. Depresi? Stres? Saya juga tidak yakin,
atau… lebih tepatnya merasa tidak pantas. Tak ada hal buruk yg terjadi. Semua berjalan
baik-baik saja. Semua berkecukupan. Orang-orang baik. Tubuh sehat dan lengkap. Ya! Semua
baik adanya! Saya selalu meyakini diri bahwa Saya hanya malas semata. Melankolia ini semu.
Tak pantaslah mengeluh. MALU!

Tapi kemuraman ini begitu nyata. Kadang pala pening sekali rasanya. Tak jarang ingin
menangis tapi bingung mencari alasan. Mengapa menangis? Saya juga bingung. Tapi
sungguhlah, sedih ini begitu nyata.

Di lain waktu, rasanya seperti ingin meledak. Amarah ini sungguh tidak dapat kukendalikan. Dia
melesat begitu cepat ke ujung kepala, menekan-nekan mencari jalan keluar. Sakit sekali di
ubun-ubun. Tak jarang ingin kupecahkan saja kepala ini hingga membuyar tak berbentuk. Mulut
jahanam. Mereka tak bersalah. Ya! Saya tahu. Lagi-lagi Saya menyakiti orang-orang ini.
----------
Kubungkus perasaan malu dan tak pantas ini dalam untaian sajak-sajak kecil. Kusamarkan pilu
dalam majas dan rima. Itu membuatku merasa lebih baik. Tak apalah tak banyak yang
mengerti. Setidaknya berkurang rasa takut oleh penghakiman indra-indra yang tergelitik.
Setidaknya perasaanku sedikit tersampaikan ke dunia, tanpa harus kubiarkan membusuk dalam
diriku saja. Setidaknya Saya berusaha melanjutkan hidup.
Setidaknya...
-
#sajakkunang #kunangkelana

KunangKelana (@kunangkecil)

.
.
Dan hujan ini membuat semuanya kian memurung.
Kaki tangan dikukung.
Tanpa jeruji namun terkurung.

Percuma kau meriak-riakan tolong.
Dalam rinai hujan suaramu sia-sia.

Dia akan menjauh kelak, menepi di penghujung daratan.
Meninggalkanmu membusuk dalam genangan airnya.

#sajakkunang #kunangkelana
More...