⚠️DANGEROUS ZONE⚠️ (@indonesian.sosialism) [similar]

Writer as Mr.A ||Kumpulan essay ↓↓

⚠️DANGEROUS ZONE⚠️ (@indonesian.sosialism)

[ Kesaksian Magdalena Kastinah ]

Magdalena Kastinah biasa dipanggil Ibu Kastinah lahir di Purwokerto, Jawa Tengah pada 14 April 1948. Pada tahun 1964, Kastinah bekerja sebagai buruh pabrik di Jakarta dan kemudian diangkat sebagai ketua serikat buruh.

Pada 20 Oktober 1965,  saat berusia 17 tahun, Kastinah ditangkap polisi dengan tuduhan anggota Gerwani, bebas pada tahun 1979. Sekarang Kastinah hidup miskin  seperti mantan Tapol 1965 lainnya, ia mengharapkan rehabilitasi nama baik dari pemerintah, dipenjara tanpa proses hukum. Pada  tahun 1959 aku menamatkan Sekolah Rakyat, kemudian melanjutkan pendidikan di SKP Mardikenya,  ini adalah masa-masa yang menyenangkan dalam hidup aku. Orang tuaku bukanlah orang kaya, maka biaya sekolah menjadi persoalan bagi kami. Menjelang kelas II, aku mulai bekerja ikut orang, diawali dari Cilacap terus ke Surabaya, dan ke Jakarta. Selama 3 tahun bekerja sebagai pembantu rumah tangga. Ibu sakit-sakitan sehingga aku keluar dan merawat ibu, sambil berjualan rujak. Kemudian aku ke Jakarta ikut bulik, kerja di Pabrik Kaos di daerah Duren Tiga Pasar Minggu, Setelah cukup lama aku bekerja, teman-teman mengajak mendirikan sebuah organisasi serikat buruh. untuk  memperbaiki nasib buruh. Serikat Buruh tekstil ini menjadi bagian dari SOBSI, sebuah organisasi yang dilegalkan oleh Presiden Soekarno. Semua  buruh di pabrik menjadi anggota SOBSI. Aku mulai aktif memperjuangkan nasib kawan-kawan. Aku menemui direktur untuk memberitahu tentang berdirinya Serikat Buruh. Karena minimnya gaji, kami mengajukan beberapa  tuntutan yaitu, kenaikan gaji, hadiah lebaran, cuti haid, beras tiap bulan 10 kg, poliklinik untuk kesehatan.

Karena  tuntutan  ini  tak  dipenuhi,  maka serikat buruh mengadakan mogok kerja selama 1 jam. Akhirnya setelah negosiasi tuntutan ini dikabulkan  perusahaan. Kabar ini sangat menggembirakan bagi kaum buruh. Pada bulan September  1965,  aku mesti pulang ke Purwokerto. Lanjut↓↓ #indonesiansosialism #menolakbungkam #MenangkanPancasila #bhinnekatunggalika #nkrihargamati

⚠️DANGEROUS ZONE⚠️ (@indonesian.sosialism)

Ya ampun, drtd gue baca komennya yg sangat cetar membahana,,kirain beneran pinter😂eh ternyata wkwkwk kalau ada yang ingin baca komennya, silahkan liat post sebelum ini👻[post sosialisme dan islam]

⚠️DANGEROUS ZONE⚠️ (@indonesian.sosialism)

[Kesaksian Sugeng Yulianto ]

Sugeng Yulianto biasa  dipanggil  Yuli, lahir tanggal 14 Juli 1957. Pada  tahun 1989,  Yuli ditangkap  dengan  tuduhan  terlibat dalam kasus Talangsari. Selama dalam proses pemeriksaan Yuli mengalami penyiksaan. Ia  kemudian divonis hukuman penjara seumur hidup dan  setelah mendapat remisi, dia dibebaskan  pada tahun 1999.Yuli dan keluarganya sampai sekarang menderita trauma. Saya tidak mengetahui tentang Peristiwa Talangsari, karena pada saat terjadi saya baru tinggal satu setengah bulan di Talangsari. Saya tidak paham kronologisnya. Yang saya tahu ada penangkapan Mujahidin yang dipimpin Warsidi. Kemudian ada penyerbuan ke pondok pada 7 Februari 1989. Ketika Peristiwa terjadi, saya sedang dalam perjalanan dari Solo ke Talangsari, setelah 2 hari dari kampung halaman. Menurut cerita teman satu sel, pada saat kejadian penyerbuan  oleh  tentara  katanya anak-anak yang meninggal 201 orang, yang ditahan banyak, bukan hanya Mujahidin Talangsari,  tapi  juga ada  pembantu rumah tangga dari Palembang,  karena tidak  bawa KTP ikut ditahan.

Beberapa hari kemudian dilepas, karena tidak terdapat bukti. Masyarakat umum yang ditahan dan diajukan ke pengadilan kira-kira  ada  15 orang.  Beberapa  rumah panggung  dibakar, anehnya,  perempuan, anak kecil di bakar di rumah panggung,  banyak  mayat yang  luka bakar,  gosong. Waktu itu saya ada dilingkup pondok Mujahidin berada di komunitas itu. Setelah peristiwa,  kami cari mobil mau menyelamatkan ibu-ibu dan anak-anak tapi tidak sesuai rencana. Upaya tidak berhasil, lalu kami masuk hutan. Saya ditangkap  oleh  warga  yang berseberangan dengan Ponpes (pondok pesantren). Di sana ada warga yang mendukung pesantren dan ada yang tidak. Jumlah yang ditangkap  ada  ratusan,  bukan hanya pengikut Warsidi tapi juga orang yang tidak punya KTP. Setelah diseleksi akhirnya yang ditahan 15 orang. Lanjut↓↓#indonesiansosialism #menolakbungkam #MenangkanPancasila #bhinnekatunggalika #nkrihargamati

⚠️DANGEROUS ZONE⚠️ (@indonesian.sosialism)

(HOS) Tjokroaminoto menjadi salah satu tokoh yang memformulasi nilai-nilai ‘keTuhanan yang membebaskan’. Karya fenomenalnya, Islam dan Sosialisme, memuat suatu penggambaran masyarakat sosialisme model Islam. Di buku tersebut, Tjokroaminoto menyebut tokoh-tokoh Islam, seperti Umar bin Khatab, yang saat berkuasa menempatkan rakyat sebagai prioritas, untuk kemaslahatan dan kesejahteraan rakyat.

Dalam penggambaran HOS Tjokroaminoto, sosialisme yang dimaksud tentu tidak sama dengan sosialisme kalangan Marxian. Hal ini bisa dilihat dengan mudah dengan melihat tujuan buku Islam dan Sosialisme itu sendiri ditulis. Tjokro menulis buku tersebut sebagai “penangkal” pemikiran Marxisme yang cukup berkembang signifikan pada waktu itu. Yang menarik, perkembangan Marxisme di Hindia Belanda pada waktu itu tidak bisa dilepaskan dari “orang-orang dekat” Tjokro sendiri, seperti Semaoen dan H. Misbach. Bagi yang sudah membaca sejarah pergerakan bangsa ini tentu sudah tahu, masuknya Marxisme ditambah berbagai kondisi lain baik secara internal maupun eksternal, telah memecah Sarekat Islam menjadi dua.

Dalam film “Sang Pencerah” ada satu scene yang mempertontonkan ketika ada seorang murid yang bertanya kepada KH. Ahmad Dahlan, “kenapa selalu mengkaji Al-Ma’un”. Lalu KH. Ahmad Dahlan menjawab “jika masalah kemiskinan saja belum tuntas, buat apa mengkaji yang lain.” Haji Misbach dan Semaoen merupakan dua tokoh Islam di Indonesia yang juga memperjuangkan “Sosialisme dan Islam”, bahkan Nabi Muhammad juga merupakan seorang yang ‘sosialis’. Bagaimana tidak, bahkan ketika Nabi diberi kelimpahan harta bersama Khadijah, Nabi tidak sungkan menyuruh orang-orang miskin berkunjung ke rumahnya dan makan bersama mereka.

So, adakah yang masih berani men-judge bahwa sosialisme = komunisme = atheisme ??? #indonesiansosialism #menolakbungkam #MenangkanPancasila #bhinnekatunggalika #nkrihargamati

⚠️DANGEROUS ZONE⚠️ (@indonesian.sosialism)

HA HA HA HA HA -- NUGL dideklarasikan kapan? NU ya NU dari dulu sampai sekarang, gaada yg namanya NUGL NUBengkok NUMiring, dsb. Herannya, kok gampang sekali ya men-cap saya sebagai munafik, non muslim, bla bla bla. Elo Tuhan? Perasaan saya komen fine-fine aja, gaada menyudutkan doski sama sekali. Eh, kenapa saya dituduh yang macem2?? Adakah di sini yang bisa ngasih tahu ke saya : KAPAN NUGL DIDEKLARASIKAN ?????? Kebukti kan ya, siapa yang mecah belah? Siapa yang mengkotak-kotakkan? Siapa yang munafik? Siapa yang sudah terkontaminasi oleh zembot toher, IM dan vekaes😌😌 #indonesiansosialism #menolakbungkam #MenangkanPancasila #bhinnekatunggalika #nkrihargamati I LOVE NU, I LOVE BANSER...I HATE FPI, I HATE ZEMBOT TOHER

⚠️DANGEROUS ZONE⚠️ (@indonesian.sosialism)

[AKSI KAMISAN BANDUNG 215]

Solidaritas Untuk anak korban lubang tambang di kakimantan dalam rangka memperingati
“Hari Anak International”

Kalimantan Timur merupakan provinsi yang berbahaya bagi anak-anak. Provinsi ini tidak layak untuk anak-anak hidup. Sejak tahun 2011 hingga 2017 sudah ada 28 anak-anak yang meninggal di lubang tambang bekas batubara yang tidak direklamasi dan dibiarkan saja tanpa ada pertanggungjawaban.
Sepanjang 7 tahun belakangan 17 konsesi ijin dari 1.404 tambang batubara di Kalimantan Timur telah menelan korban karena tidak menaati peraturan pemerintah, dan pemerintah lalai dalam melakukan pengawasan terhadap ijin-ijin tambang tersebut hingga hasilnya korban jiwa berjatuhan.
Namun, tidak ada pertanggung jawaban pada kasus hilangnya nyawa tersebut, terlebih lagi proses penegakan hukum yang berlaku. Pemerintah abai dan membiarkan kasus tersebut berlalu, seolah melupakannya dan tidak terjadi apa-apa dengan warga Kalimantan Timur.
Pada peringatan Hari Anak International ini, .
Untuk itu kepada kawan-kawan mari hadir di Aksi Kamisan Bandung ke 215 yang akan diselenggarakan pada:
Kamis, 23 November 2017
Jam: 16.00-selesai
Di depan Gedung Sate Kota Bandung
.
#aksikamisan menolak lupa kasus meninggalnya 28 orang anak yang menjadi korban lubang tambang batubara di Kalimantan Timur dan menuntut tindakan hukum yang jelas untuk pertanggung jawaban atas hilangnya nyawa anak-anak tersebut. #indonesiansosialism
#menolakbungkam #MenangkanPancasila #bhinnekatunggalika #nkrihargamati #aksikamisan
#menolaklupa
#hapusimpunitas
#lubangtambang
#harianakinternational
#sekolahperempuankaltim
#paradepuisiperempuan

⚠️DANGEROUS ZONE⚠️ (@indonesian.sosialism)

“Mereka yang tidak belajar dari sejarah terkutuk akan mengulang kesalahannya.” George Santayana, filsuf. Opini Geger Riyanto.

Anda mungkin sempat mendengar kutipan di atas pada suatu tempat dan suatu waktu. Yang saya tahu, para sejarawan sangat gemar mengutipnya, mengulangnya, menjejalkannya kepada para pendengar mereka. Sejarawan yang saya kenal, setidaknya, tak pernah merasa klise menyampaikannya ketika ia merasa harus menjelaskan apa kegunaan sejarah. Sayangnya, saya sendiri ragu pandangan ini menggambarkan nasib para sejarawan yang bergulat dengan isu 1965.

Belum lama ini, Amerika Serikat membuka ribuan dokumen yang dimiliki kedutaan besarnya di Indonesia antara 1963-1966. Fakta yang paling pertama mengemuka dan menjadi buah bibir media adalah pemerintah AS, pada tahun-tahun muram tersebut, tahu, pembantaian besar-besaran terjadi di Indonesia. Mereka tahu, siapa saja yang didakwa komunis dapat secara serampangan dilibas. Dan mereka tahu angkanya yang sangat besar—bahwa dalam dua bulan saja di Bali, jumlah korban pembantaian dapat melesat dari angka 10.000 menjadi 80.000. Mereka sekadar tahu dan tidak berbuat apa-apa? Tidak. Mereka merayakannya. Mereka menggambarkannya sebagai "peralihan fantastis dalam waktu sesingkat 10 minggu”—demikian tulis sekretaris kedutaan besar, Mary Vance Trent, dalam kabelnya pada 21 Desember 1965.

Sudah lama diketahui para sejarawan

Namun, fakta ini sebenarnya sudah lama diketahui para sejarawan. Lagi pula, tak lama selepas peristiwa tersebut, Richard Nixon, Presiden Amerika Serikat, menyampaikan satu pernyataan yang jelas-jelas gembira terkait perubahan ini. Indonesia, yang terdiri dari ratusan juta penduduk dan gugusan pulau sepanjang 300 mil, menurutnya, adalah hadiah terbaik di Asia Tenggara. Lanjut↓↓ #indonesiansosialism #menolakbungkam #MenangkanPancasila #bhinnekatunggalika #nkrihargamati

⚠️DANGEROUS ZONE⚠️ (@indonesian.sosialism)

“Menyombongi orang sombong adalah sedekah” (at-takabburu ‘alal mutakabbir shodaqotun). Dalam buku Hadis-hadis Bermasalah, Prof. Dr. KH. Ali Mustafa Yaqub, MA, seorang pakar Ilmu Hadits Indonesia, mengutip pernyataan Imam Al-Qari yang diriwayatkan dari Imam Ar-Razi, bahwa ungkapan di atas sekadar omongan orang, bukan hadits.

Yang jelas, sombong kepada siapa pun dilarang dalam Islam. Menyikapi kesombongan dengan kesombongan lagi sama buruknya. Sombong sendiri makna hakikinya dalah menolak kebenaran dan merendahkan orang lain. “(Orang sombong adalah) orang yang menolak kebenaran dan merendahkan orang lain” (HR Muslim). “Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang sombong lagi membanggakan diri. (QS Luqmân [31] : 18). Dari berbagai sumber yang saya baca, dijelaskan bahwa yang dimaksud "sombong kepada orang sombong" yaitu dalam hal kekayaan. Jika ada orang kaya yang sombong, maka kita boleh sombong kepadanya. Hal itu dilakukan guna memberikan pelajaran, bahwa semua itu adalah titipan dan masih banyak orang yang lebih kaya darinya [orang yang mendapatkan kesombongan dr orang lain]. Kalau dalam konteks Rina Nose, hidung pesek [kata ust. Abdul Somad]. Maaf sekali, saya lebih pro kepada Rina Nose, karena apa yang dikatakan oleh Ust. Abdul Somad ialah cacian, hinaan BUKAN teguran. Bagaimana bisa seorang hamba mencaci makhluk ciptaan Tuhannya sedangkan dia sendiri merupakan makhluk ciptaanNYA juga. #indonesiansosialism #menolakbungkam #MenangkanPancasila #bhinnekatunggalika #nkrihargamati

⚠️DANGEROUS ZONE⚠️ (@indonesian.sosialism)

Budiarti, biasa dipanggil  Alfatah lahir  26 Juli 1958. Saat ini tinggal  di  Bibis  Kulon  Surakarta. Ia bekerja sebagai penjahit. Anaknya 5 orang, anak pertama Gilang  yang ditemukan meninggal dunia setelah diculik dalam masa kerusuhan Mei ‘98 di Solo. Hingga  sekarang Alfatah masih mengalami trauma. Alfatah memberi kesaksian tentang kasus yang dialami Gilang dalam  acara  Dengar Kesaksian di Solo, Jawa Tengah: Anak saya yang hilang namanya Gilang, nama aslinya Nugroho Iskandar, lahir 21 Februari 1977. Gilang itu drop out  dari sekolah SMA karena terbentur biaya, sering keluar mengamen mencari nafkah, karena ia pengen jadi anak pinter maka sering bergaul dengan mahasiswa. Nggak tahunya di dalam  gerakan itu, Gilang diculik tanggal  21 Mei 1998.

Aktifitas Gilang,  kalau jenuh ngamen kadang ya buruh bangunan, atau pekerjaan 3 mau dikasih pekerjaan sesuai keahlian lain,  asal  dapat  uang. Dulu  Gilang  ikut organisasi PRD (Partai Rakyat Demokrat), terus DRMS (Dewan Reformasi Mahasiswa Surakarta) mahasiswa itu, solidaritas gerakan mahasiswa, sebagai  ketua SPI (Serikat Pengamen Indonesia) Surakarta. Kalau di rumah sering bantu ibu,  karena saya menjahit,  Gilang itu memang punya semangat tinggi  kepada keluarga, sehingga salalu mendorong adiknya supaya bersekolah dan bisa berprestasi, jangan seperti dia. Gilang  sebagai tulang pungung keluarga, karena anak yang paling gede, Ia kalau memberi pengarahan tidak  hanya ngomong tapi juga melakukan  untuk  memberi contoh. Kalau dirumah ia figur panutan bagi adik - adiknya dan hormat ke orang tua. Siang itu tanggal 20 Mei, Gilang pulang katanya dari Balaikota ingin tidur sebentar, minta dibangunkan jam 15.00. Katanya mau pergi sama temen mau pergi ke Madiun. Biasanya kalau mau pergi selalu bilang tempatnya, sebab kalau terjadi apa-apa  ibu cepet tahu. Lanjut↓↓#indonesiansosialism #menolakbungkam #MenangkanPancasila #bhinnekatunggalika #nkrihargamati

⚠️DANGEROUS ZONE⚠️ (@indonesian.sosialism)

Selamat pagi kepada seluruh followers saya yang saya cintai dan saya hormati. Selamat pagi juga untuk pasukan lele empang pemakan eek yang saya benci dan selalu saya diskriminasi dan kata2i sesuka hati. Jadi ceritanya begini, 2 hari kemarin akun2 lele empang mention dan memposting foto si olin [admin lama akun ini]. Berhubung banyak bm, wa, dm yang masuk ke olin dan mengganggu kuliah doski. Di sini saya ingin mengakui kalau sudah beberapa bulan terakhir saya yang pegang akun ini. Btw nama saya bla bla bla, kalian bisa panggil saya dengan sebutan lucifer. Domisili saya medan.

Nah sekarang saya sudah ngaku bahwa saya yg pegang akun ini, maka saya minta dengan hormat kepada pasukan lele empang untuk menghapus foto si olin. Kalau tidak mau, terpaksa saya akan sesering mungkin menyerang kalian wahai pasukan lele empang pemakan eek. Jgn khawatir, ini adalah foto asli saya.

Untuk postingan berbau kiri, sarkasm, provoke, itu saya yang memposting. Si olin sekarang fokus bikin essay dan yang memposting essay tsb adalah saya. So, kepada pasukan lele empang, urusan kita belum selesai. Kartu AS kalian, kebobrokan kalian, saya tahu semua. Karena apa? Karena saya ada dimana-mana, bahkan saya kenal sama anaknya si ustad tukang poligami, si alpin yg hobinya futsal, entah dapat duit darimana, padahal doski nanggur sambil ngangkang doang.

Ingat ya psukan lele empang pemakan eek, urusan kita belom selesai. Saya akan kuliti kalian sedikit demi sedikit.

Terima kasih atas perhatian untuk yang tdk berfaedah ini. Salam hokya hokya.!! #indonesiansosialism #menolakbungkam #MenangkanPancasila #bhinnekatunggalika #nkrihargamati

⚠️DANGEROUS ZONE⚠️ (@indonesian.sosialism)

[Seks dan Simbol Agama. Oleh Mr.A]

Banyak orang yang merasa kepanasan dengan postingan saya mengenai wanita berhijab yang melakukan hubungan badan dengan lelaki lain yang bukan suaminya. Kebanyakan dari mereka yang kepanasan ialah para pemabuk agama [islam]. Fenomena seks dan simbol agama sebenarnya bukan hanya terjadi pada kalangan umat islam. Ada juga para biarawati, pastur, dan pemuka agama dari agama lain yang melakukan hal serupa.

Rata-rata dari mereka berkata kalau saya telah melecehkan agama islam, telah menistakan agama islam. Wait, atas dasar apa mereka berkata seperti itu? Tema dalam postingan yang saya suguhkan adalah fakta. Fakta bahwa “seks” bisa dilakukan oleh siapa saja, fakta bahwa “seks” dapat dilakukan dengan siapa saja, entah itu suami/istri, selingkuhan, ponakan, dll. Kenapa ketika saya menyuguhkan fakta, kalian malah menghakimi saya? Well, saya tidak merasa agama islam hina hanya dengan video seorang wanita berhijab melakukan hubungan seks di luar pernikahan.

Coba kita lihat fakta berserta fenomena/respon dari masyarakat yang saya temui ketika ada pemuka agama melakukan tindakan seks di luar nikah. Akhir-akhir ini banyak sekali kasus guru ngaji atau pendeta yang melakukan tindakan asusila kepada santri atau muridnya. Ketika kasus tersebut terekspose oleh media, tanggapan dari ibu-ibu yang saya temui memiliki jawaban yang sama, yaitu “dasar ustad edan, dasar pendeta edan.” apakah ibu-ibu tersebut pernah berkata “dasar islam edan, dasar kristen edan, dasar hindu/budha edan.” apa pernah kita mendengar statment seperti itu? Dimana-mana, jika ada kasus yang seperti itu, pasti orang-orang akan menyalahkan personalnya, bukan agamanya. Jadi, sekali lagi, untuk mereka yang menganggap bahwa saya telah melakukan penistaan terhadap islam, apakah kalian waras? Saya sedikitpun tidak menyalahkan atau mendeskriditkan agama islam. Saya membahas personal dan simbol agama yang ia bawa, agama tetaplah agama. Agama akan selamanya suci walau personalnya bajingan. Lanjut↓↓ #indonesiansosialism #menolakbungkam #MenangkanPancasila #bhinnekatunggalika #nkrihargamati

⚠️DANGEROUS ZONE⚠️ (@indonesian.sosialism)

[BAB II. TIGA PERTENTANGAN POKOK DALAM TUBUH IMPERIALISM]

Pertentangan antara buruh dengan kapital. Pertentangan antara imperialis yang satu dengan imperialis lainnya. Pertentangan antara negara penjajah dengan Rakyat jajahan.

Sejak Indonesia dalam tahun 1895 menginjak zaman imperialis, maka terdapatlah di Indonesia tiga pertentangan (kontradiksi) pokok dalam tubuh imperialisme itu sendiri. Tiga pertentangan pokok itu ialah

1. pertentangan antara buruh dengan kapital, antara massa kaum buruh yang luas dengan grup-grup kecil yang sangat kaya, dan karena kayanya mereka berkuasa.

2. pertentangan antara berbagai grup finansiil (kaum uang) dan berbagai grup negara imperialis dalam perjuangannya untuk mendapatkan sumber bahan mentah, untuk mendapat daerah-daerah asing.

3. pertentangan antara segenggam bangsa yang berkuasa, yang “berkebudayaan”, dengan beratus-ratus juta bangsa jajahan dan setengah jajahan.

Mengenai pertentangan yang pertama, yaitu pertentangan antara buruh dengan kapital, dapat dijelaskan sebagai berikut:

Dalam buku Sanusi Pane, Indonesia Sepanjang Masa, antara lain diterangkan bahwa pada tahun 1923 ditaksir modal asing di Indonesia ada 2.650 juta florin (rupiah Belanda). Untungnya pukul rata saban tahun 500 juta. Untung ini sebagian besar mengalir keluar negeri sebab di sanalah pemegang-pemegang andil dan direksi.

Dari keterangan Sanusi Pane di atas jelaslah, bahwa kaum kapitalis monopoli, yang menguasai seluruh hidupan ekonomi dan politik, berusaha untuk mendapat untung sebesar-besarnya dengan jalan memperbesar nilai lebih, yang tidak boleh tidak mesti diikuti oleh penghisapan yang lebih hebat dan oleh penurunan tingkat hidup dari kaum buruh. Keadaan ini yang memaksa kaum buruh untuk terus-menerus mengadakan perjuangan melawan serangan-serangan kapitalis monopoli terhadap tingkat hidupnya.

Dalam pertentangan antara buruh dan kapitalis monopoli, kaum kapitalis menggunakan negara kapitalis sebagai alatnya. Lanjut↓↓ #indonesiansosialism #menolakbungkam #MenangkanPancasila #bhinnekatunggalika #nkrihargamati

⚠️DANGEROUS ZONE⚠️ (@indonesian.sosialism)

#Repost @abjadevolusi (@get_repost)
・・・
. .
TRAGEDI KEMANUSIAAN DI PULAU PARI *Belasan Keluarga Nelayan Luka-Luka Mempertahankan Pulau Pari*

Hari ini, Senin 20 November 2017 Pukul 09.00 terjadi penyegelan tanah warga pulau pari oleh pihak Kepolisian Kepulauan Seribu yang membawa sekitar 80 personil , 4 aparat TNI dan 30 aparat Satpol PP . Tindakan tersebut mendapat reaksi penolakan dari masyarakat Pulau Pari. Sejak pagi, warga yang terdiri dari ibu-ibu, bapak-bapak, pemuda dan anak-anak telah bersiap dengan berjaga-jaga.

Warga beramai-ramai menolak Karena warga merasa ada perampasan lahan yang seharusnya menjadi hak mereka. Penyegelan dilakukan dengan alasan ada aduan oleh Pintarso Adijanto yang mengklaim memiliki sertifikat atas tanah di pulau pari. Pada pukul 11.15 WIB kepolisian memaksa memasang papan penyegelan dengan tulisan tanah milik pintarso adijanto.

Warga menolak keras penyegelan yang dilakukan oleh pihak Kepolisian sebab warga menduga sertifikat milik pintaroso terbit dengan menyalahi aturan. Warga sudah melaporkan terbitnya sertifikat ke Kementerian ATR, Ombudsman dan Kantor Staff Kepresidenan agar dibatalkan hingga saat ini masih berproses. Seharusnya kepolisian menghormati proses pelaporan yang dilakukan oleh Warga.  Terjadi saling dorong antara warga dan polisi, hingga terjadi bentrok. Akibat dari bentrok itu, 15 orang warga mengalami luka-luka. Ibu-ibu yang terkena pukulan akibat bentrok juga sedang dirawat dan membutuhkan bantuan oksigen untuk pernapasan.

Koalisi Selamatkan Pulau Pari mengecam tindakan kekerasan yang dilakukan pihak Kepolisian kepada masyarakat Pulau Pari. Kami meminta kepada pihak kepolisian untuk menghentikan tindakan penyegelan tersebut.  Informasi lebih lanjut
Ony Mahardika - Eknas WALHI
+6282244220111

Tigor Hutapea - KIARA
+6281287296684

Nelson Nikodemus - LBH Jakarta
+6281396820400

Henri Pratama - DPP KNTI
+6281315693394

⚠️DANGEROUS ZONE⚠️ (@indonesian.sosialism)

[Siapa Tuhan mu, Apa Agama mu. Oleh Mr.A]

Sebenarnya saya sudah gerah dengan keberadaan Ustad-ustad macam Ustad Abdul Somad yang ceramahnya viral di media sosial. Saya juga sudah lumayan lama mengamati tentang Ustad Abdul Somad namun belum berani untuk berkomentar karena saya belum menemukan sesuatu yang sanggup membuat saya untuk mengkritik beliau. Kenapa akhirnya saya memberanikan diri untuk mengkritik beliau? Itu bermula ketika kasus Rina Nose melepaskan hijabnya dan menjadi bahan pembicaraan oleh semua kalangan.

Well, di sini saya ingin berpendapat mengenai Rina Nose sedikit saja. Rina Nose ingin berhijab ataupun tidak, itu hak dia sebagai manusia yang merdeka, itu hak dia sebagai makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa. Kita sebagai sesama manusia hanya bisa mengingatkan yang baik. Jika Rina Nose tetap kekeuh dengan pendiriannya, itu hak dia sebagai manusia, hak dia untuk menentukan sendiri jalan hidupnya. Kita sebagai sesama manusia memang diharuskan untuk saling mengingatkan TAPI tidak dengan menyudutkan, memaksa bahkan mencibir kepada sesama manusia. Tuhan menyuruh kita untuk menghormati pendapat orang lain, Tuhan menyuruh kita untuk menghormarti keputusan orang lain, Tuhan menyuruh kita untuk mengakui keberadaan orang lain walau berbeda pendapat. Tuhan sudah menuliskan semuanya, apa yang harus dikerjakan oleh manusia, apa yang tidak boleh dikerjakan oleh manusia melalui perantara para Nabi dan Kitab Suci yang dibawanya.

Mengenai Ustad Abdul Somad yang berkata bahwa Rina Nose pesek, jelek bla bla bla. Apakah anda pernah bercermin? Sudah sesempurna apa rupa anda? Apakah rupa anda ganteng? Jelek? Dekil? Apa anda sudah bercermin? Ingat, tidak ada satu manusia pun yang sanggup menilai dirinya sendiri, manusia membutuhkan orang lain dalam urusan menilai [sifat, fisik, moral, dll]. Lanjut↓↓ #indonesiansosialism #menolakbungkam #MenangkanPancasila #bhinnekatunggalika #nkrihargamati

⚠️DANGEROUS ZONE⚠️ (@indonesian.sosialism)

Dengan kekuatan hokya hokya, terimalah eek dajjal wahai pasukan lele empang~!! #indonesiansosialism #menolakbungkam #MenangkanPancasila #bhinnekatunggalika #nkrihargamati pic from @kim_rakai

⚠️DANGEROUS ZONE⚠️ (@indonesian.sosialism)

[BAB I. IMPERIALISME DI INDONESIA]

Penghapusan perbudakan “cultuurstelsel” dan monopoli negara. Zaman kapitalis industri di Indonesia. Permulaan zaman imperialis di Indonesia dan timbulnya proletar industri. Kedudukan Indonesia dalam ekonomi dunia. Walaupun sudah ada industri-industri modern, tetapi Indonesia adalah negeri agraria atau negeri borjuis kecil.

Sebelum tahun 1870, eksploitasi (penghisapan) yang dijalankan oleh pemerintah Hindia Belanda terhadap Rakyat Indonesia didasarkan atas peraturan “cultuurstelsel”. Peraturan ini dilahirkan dalam tahun 1830 di bawah kekuasaan Gubernur Jenderal van den Bosch (gubernur jenderal di Indonesia tahun 1830-1833, kemudian tahun 1833-1839 menjadi menteri jajahan). “Cultuurstelsel” diadakan dengan maksud supaya Indonesia bisa membikin sehat keuangan negara Belanda yang sedang bangkrut disebabkan oleh pengeluaran untuk melawan Dipo Negoro (perang Dipo Negoro tahun 1825-1830, dan untuk ini negara Belanda harus mengeluarkan f.20.000.000,—), untuk menindas perlawanan bangsa Belgia terhadap Belanda (pemberontakan Belgia 1830-1839), dan disebabkan oleh keadaan ekonomi negeri Belanda yang pada umumnya sangat jelek ketika itu. Apa sebab justru van den Bosch yang dikirim ke Indonesia oleh raja Belanda Willem I? Karena van den Bosch mempunyai pengalaman sebagai gubernur  Guyana-Belanda di bagian Utara dari Amerika Selatan, dimana dilakukan kerja perbudakan sebagai dasar penghisapan kolonial. “Cultuurstelsel” mewajibkan kaum tani : 1) menyerahkan hasil buminya pada pemerintah Hindia Belanda; 2) kerja paksa (rodi) untuk pemerintah; 3) memikul berbagai macam pajak.

Kemudian kewajiban “menyerahkan sebagian hasil buminya” dan “kerja-paksa”, diganti dengan “menyerahkan sebagian tanahnya” untuk ditanami bahan-bahan ekspor yang laku pada waktu itu (kopi, teh, torn atau indigo). Rakyat diwajibkan mengerjakan tanah bagian pemerintah mulai dari membuka tanah, menanam, memelihara, menjaga, memetik, memelihara hasilnya, mengangkut ke gudang, menjaga gudangnya, hingga bahan-bahan itu terjual. Lanjut↓↓ #indonesiansosialism #menolakbungkam #MenangkanPancasila #bhinnekatunggalika #nkrihargamati

⚠️DANGEROUS ZONE⚠️ (@indonesian.sosialism)

Ekonomi Sosialis secara umum dapat diartikan bahwa segala bentuk/aktivitas ekonomi dikendalikan oleh negara. Banyak orang yang beranggapan bahwa sistem ekonomi sosialis akan menciptakan sebuah kediktatoran karena masyarakat tidak bisa menyampaikan ide/kreativitas mereka. Kalau di Indonesia, sistem ekonomi sosialis lebih mirip dengan sebutan gotong royong. Beberapa kelebih dari sistim ini ialah [1] terpenuhinya kebutuhan pokok tiap warga negara, [2] masyarakat dengan kebutuhan khusus/cacat diawasi langsung oleh negara, [3] produsen, supplier hingga agency dikelola oleh negara sehingga akan dapat diminimalisir jika terjadi kelangkaan, [4] hasil produksi diserahkan ke negara, dikelola oleh negara untuk kehidupan masyarakat. Namun dalam sistim ini juga terdapat kekurangan, seperti [1] kreativitas masyarakat terbatas, [2] individu tdk memiliki kesempatan untuk mengelola produksi, [3] akan tercipta sebuah "kediktatoran", [4] kemampuan individu kurang dihargai.

Sistem ekonomi kapitalis adalah dimana alat produksi, industri, perdagangan dikuasi oleh individu dengan tujuan memperoleh keuntungan dlm pasar. Kesenjangan, monopoli, oligarki, adalah beberapa dampak negatif dari sistim ekonomi kapitalis. Sebaliknya, kelebihan yang paling mencolok dari sistem ini yaitu individu dapat berkembang sesuai kemampuannya.

Nah, menurut kalian, which better? Socialist economic or capitalism economic?. Kira-kira jika sistem eko-sos diterapkan di Indonesia utk menggantikan kapitalis saat ini, agree or disagree? Sertakan alasannya. #indonesiansosialism #MenangkanPancasila #menolakbungkam #bhinnekatunggalika #nkrihargamati
More...