Mr.Awesome (@menolakbungkam.id) [similar]

Sebelum nyinyir, silahkan baca post di akun ini dari postingan pertama Line : @axl8131h Don't panic, im muslim💋 Fake account ->> BLOCK =M.I.M Crew=

Mr.Awesome (@menolakbungkam.id)

Kalo udah bangun..jangan lupa gosok gigi terus sarapan biar engga mati kelaparan. #menolakbungkamisback #menolakbungkam #MenangkanPancasila

Mr.Awesome (@menolakbungkam.id)

Lihatlah betapa bodohnya anonymous (katanya) yang satu ini @army_anons😂dia ngira polisi itu teroris😂isis apa kabar? 😂gak usah pura2 jadi anons kalo elo sebenernya orang indonesia dan pacar lo anggota mck😂 rip anonymous😂 #menolakbungkamisback #menolakbungkam #MenangkanPancasila

Mr.Awesome (@menolakbungkam.id)

Silahkan geser ke kiri😏oh iyaa..lampung setau saya adalah basisnya wahabi/syiah (saya lupa), karna sejarah yang mencatat spt itu. Coba saja baca2 buku awal mula Islam masuk ke Nusantara. #menolakbungkamisback #menolakbungkam #MenangkanPancasila

Mr.Awesome (@menolakbungkam.id)

Preman berkedok Islam, pahlawan itu dimana-mana membuat nyaman dan ditunggu kedatangannya BUKANNYA malah membuat resah dan ditolak kedatangannya. #menolakbungkamisback #menolakbungkam #MenangkanPancasila

Mr.Awesome (@menolakbungkam.id)

Quote dr Profesor memang beda tema (pada saat itu) dgn keadaan sekarang, namun saya yakin Profesor akan mengatakan hal yang sama pada kejadian beberapa bulan terakhir. [Note : itu video tahun 2014 (kalau tdk salah) ] #menolakbungkamisback #menolakbungkam #menangkanpancasila

Mr.Awesome (@menolakbungkam.id)

Jakarta - Inspektur Jenderal Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Irjen Kemendes PDTT) Sugito disebut sebagai salah satu dari 7 orang yang ditangkap KPK dalam operasi tangkap tangan (OTT) pada Jumat malam kemarin. Pihak Kemendes PDTT pun mengamini hal itu. "Itu informasinya begitu (Irjen Kemendes PDTT ikut ditangkap KPK)," Kepala Biro Humas dan Kerja Sama Kemendes PDTT Fajar Tri Suprapto ketika dihubungi, Sabtu (27/5/2017). Namu, Fajar masih menunggu keterangan resmi dari KPK terkait penangkapan tersebut. "Nanti kita tunggu keterangan resmi dari KPK ya," kata Fajar.

Sebelumnya Kabiro Humas KPK Febri Diansyah menyebut ada 7 orang yang ditangkap dalam OTT tersebut. Febri mengatakan 2 di antara mereka yang ditangkap merupakan penyelenggara negara. "Unsur 7 orang itu ada penyelenggara negara. Ada 2 orang penyelenggara negara dan yang lain ada unsur-unsur pegawai negeri dan non pegawai negeri," ucap Febri, Jumat (26/5) malam.

Selain itu, sebelumnya Sekjen BPK Hendar Ristriawan mengatakan ada 2 orang auditor dan 1 staf yang terkena OTT KPK. Hendar mengatakan penangkapan dilakukan pada pukul 15.12 WIB, Jumat kemarin. Petugas KPK juga menyegel dua ruangan di kantor BPK. "2 orang auditor dan 1 orang staf. Inisial R dan AS. Satu lagi Y (staf)," kata Hendar Ristriawan, Jumat (26/5). #menolakbungkamisback #menolakbungkam

Mr.Awesome (@menolakbungkam.id)

Pic from @phantom.of.resistance --- masih ingat dengan video polisi syariah yang ada di arab saudi? Polisi syariah yang melarang musik, melarang memakai make up, melarang ini itu bla bla bla bahkan dengan gampangnya mereka akan berlaku kasar kepada citizen jika citizen hendak melawan sikap polisi syariah yang sudah terlewat batas. Polisi syariah juga melakukan sweeping miras dan menghancurkan botol2 miras (untuk yang ink saya dukung), polisi syariah juga melakukan kediktatoran terhadap netizen arab saudi, mereka dengan gampang untuk memenggal kepala citizen. Ada satu kasus ttg seorang bloger yang menyuarakan kebebasan dan melayangkan kritikan kepada pemerintah di arab saudi, bloger tsb malah kena hukuman cambuk. Ada kasus lain yang mengakibatkan citizen harus terpenggal kepalanya (saya lupa kasus tsb), dan masih banyak bukti kediktatoran polisi syariah arab saudi.

Kenapa saya 'berasumsi' bahwa fpi juga akan menjadi polisi syariah seperti yang ada di arab saudi? Pertama, saya ingat bahwa fpi adalah penerus dari pam swakarsa. Kedua, fpi sendiri dibentuk oleh elit politik. Ketiga, beberapa bulan yang lalu sempat heboh fpi sedang dilatih untuk militer, jika alasannya hanya memberikan wajib militer, kenapa tidak semua lapisan masyarakat juga dilatih untuk wajib militer? Kenapa hanya fpi?. Keempat, akhir2 ini kita sering melihat berita di medsos bahwa fpi menangkap genk motor, sweeping ini itu bla bla bla dan hal seperti itu sengaja di blow up bahkan diviralkan oleh kaum sebelah. Tindakan spt itu memang bagus dan membantu masyarakat, tapi pliss deh gausah lebay, gak usah riya', dikit2 blow up dan viralkan, serahin aja ke polisi, toh itu tugas polisi. Kelima, saya menemukan pic (silahkan geser ke kiri). Kenapa saya bilang jika orba berhasil bangkit maka fpi akan berubah jadi polisi syariah versi Indonesia? Fpi sendiri, terutama Habib Rizeq. Secara terang2an merapat ke kubu cendana dan mendapat dana dari tomy soeharto pada aksi bela Islam (saya lupa aksi yg keberapa : saking banyaknya episode). Titik soeharto juga secara terang-terangan mengajak masyarakat untuk kembali ke orba.

Apakah postingan ini hanya asumsi saya belaka? Just wait and see, semoga tdk nyata.

Mr.Awesome (@menolakbungkam.id)

[ Kisah korupsi para Jendral -- bagian 3 ]

Bukan kekebalan yang kebetulan. ‘Naas’ penindakan yang menimpa Jenderal Polisi Siswadji di paruh kedua tahun 1970-an itu bisa diterangkan dari beberapa arah pandang. Semestinya, sebagai jenderal lapis kedua di angkatannya, ia ikut memiliki ‘kekebalan’ tradisional para jenderal. Tetapi, ia telah melanggar suatu pakem penting di tubuh angkatan bersenjata kala itu, yang didominasi Angkatan Darat, yakni jangan ‘menggerogoti’ keuangan internal. Kalau ingin makanan ekstra di luar takaran, hendaknya jangan mengais di lumbung sendiri. Apalagi, saat itu lumbung anggaran Kepolisian sedang mengalami keterbatasan. Secara tradisional anggaran angkatan-angkatan di luar Angkatan Darat memang selalu lebih kecil dari pemegang hegemoni.
Maka, sebaiknya kreatif menciptakan rezeki melalui keleluasaan dalam wewenang yang dimiliki terhadap masyarakat –sekecil apapun wewenang itu. Asalkan, tidak mengganggu ladang angkatan lain, khususnya ladang angkatan darat, apalagi ladang milik para dewa dalam kekuasaan. Untuk yang disebut terakhir, yakni para dewa, kepolisian harus ekstra tutup mata. Hal lain yang membuat Siswadji naas dan terkena bala, karena ia melakukan korupsinya di masa Jenderal Muhammad Jusuf menjadi Menteri Hankam/Panglima ABRI –yang sangat antusias membangun citra ABRI yang manunggal dan tidak ingin ‘menyakiti’ hati rakyat.

Kepolisian Indonesia, sejak awal kemerdekaan didisain sebagai polisi profesional, sejak terbentuk di bulan September 1945. Di samping itu, berbeda dengan sejumlah besar negara lain, Kepolisian Indonesia pun dirancang sebagai polisi nasional dalam Negara Kesatuan RI, bukan polisi wilayah yang berada di bawah otoritas pemerintah daerah yang artinya dengan sendirinya juga berada di bawah Departemen Dalam Negeri. Polisi Indonesia diletakkan langsung di bawah pimpinan pemerintah pusat cq Presiden. Konsep polisi nasional ini dikukuhkan 1 Juli 1946, yang hingga kini selalu dirayakan sebagai Hari Kepolisian atau Hari Bhayangkara. Ini diharapkan memperkuat profesionalitas Kepolisian Indonesia, dan dengan demikian menghindarkan polisi dipolitisasi. Lanjut👇#menolakbungkamisback #menolakbungkam

Mr.Awesome (@menolakbungkam.id)

Habib bahar bin smith, pimpinan pembela majelis Rasulullah yang sekaligus seorang residivis pada sweeping di lokasi kebayoran lama. Selain aksi sweeping, habib bahar juga terlibat dalam peristiwa tanjung priok, makam mbah priok dan penyerangan terhadap jemaah Ahmadiyah beberapa tahun silam.

Habib bahar juga memberi ceramah pada ormas-ormas seperti FBR dan Forkabi (ormas garis lunak), menurut salah satu sumber yang saya kutip melalui detikcom,
Basis Majelis Pembela Rasulullah sendiri terletak di Pondok Aren, Tangerang Selatan. Sementara pengikut Habib Bahar mencapai ratusan orang yang berdomisili di Ciputat, Pesanggrahan dan Pondok Aren.

Dalam aksi sweeping di Kafe De Most, Jl Veteran Raya, Bintaro, Jakarta Selatan, Habib Bahar memimpin langsung aksi tersebut. Ia pula yang mengkoordinir massa bersama tersangka lainnya yakni SY yang merupakan pengurus Majelis Pembela Rasulullah. Aksinya sudah direncanakan 2 minggu sebelumnya.

Dari Cipulir, massa merencanakan untuk merazia kafe di Ciledug. Namun, belum sampai ke lokasi, polisi yang mendapat informasi adanya aksi sweeping di Kafe De Most oleh ormas tersebut langsung melakukan pengamanan.

Anggota ormas termasuk Habib Bahar berhasil ditangkap setelah melakukan aksi sweeping tersebut.

Dalam aksinya itu, massa melengkapi diri dengan senjata tajam seperti celurit, golok, stik golf dan lainnya. Bahkan, peralatan senjata tajam itu dibuat khusus menjelang aksi. #menolakbungkamisback #menolakbungkam

Mr.Awesome (@menolakbungkam.id)

Jihad kui ora mesti mateni uwong, ora mesti gembor-gembor Allahu Akbar, ora mesti gowo golok lan clurit. #menolakbungkamisback #menolakbungkam #Repost @sosialisindonesia (@get_repost)
・・・
Selamatkan hutan lindung, selamatkan alam kita. Hentikan proyek PLTP Baturaden. Tanda tangani petisi penolakan, link ada di bio

Ngrumat Alam adalah bagian dari J I H A D

#sosialisindonesia
#tolakpltpbbaturaden
#indonesia

Mr.Awesome (@menolakbungkam.id)

Silahkan nilai sendiri betapa liciknya kaum sumbu pendek dan akun MCK..caption dan komen tidak konsisten😂sok bilang gue kaga punya duit, giliran gue kasih tau klo gue udah kerja dan bisa makan enak EHHH kok dia malah bilang gue sombong😂playing victim ala kaum sumbu pendek udah kaga mempan buat gue😎croottt 👉👌💦 ahhh #menolakbungkamisback #menolakbungkam

Mr.Awesome (@menolakbungkam.id)

Jakarta - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin angkat bicara soal kabar dokter yang menolak melayani pasien BPJS karena dianggap riba. Lukman menegaskan BPJS bukanlah riba, dokter pun sesuai sumpah tak boleh menolak pasien. "Intinya setiap dokter kan disumpah untuk menolong siapa pun yang meminta bantuannya. Jadi menurut saya tidak pada tempatnya dokter menolak pasien," kata Menag Lukman Hakim Saifuddin, kepada wartawan, Jumat (26/5/2017). Soal dokter yang menyebut BPJS sebagai riba, Lukman juga tak sepakat. Ia menduga si dokter salah paham soal BPJS dan dikaitkan dengan riba. "Jangan-jangan kesalahpahaman saja. BPJS itu bukan riba. Jadi perlu diklarifikasi ini sampai jelas," kata Lukman.

Terkait dengan kabar dokter yang menolak menerima pasien BPJS ini, detikcom telah menyambangi RS Permata Pamulang untuk bertemu dengan dokter tersebut. Namun hal itu belum terealisasi. Pejabat Humas RS Permata Pamulang Anton Setiadi menjelaskan sikap dr M itu merupakan sikap pribadi. Sama sekali bukan kebijakan institusi. "Itu sebenarnya kan awalnya kan bukan penolakan institusi itu, pasien datang, gitu ya, terus hal ini adalah dokter spesialis anak yang diramaikan di internet itu ya Mbak. Setelah melakukan perawatan, konsultasi, curhat biasa tentang hal-hal yang sebenarnya tidak cocok dengan sistem-sistem yang dijadikan tempat diskusi, sebenarnya gitu ya. Si pasien kemudian menyampaikan ini di media sosial dan menjadi viral," ujar Anton kepada detikcom, Rabu (24/5) malam.
MUI pun telah meminta para dokter agar melayani semua pasien termasuk pasien yang menggunakan BPJS. "Sebaiknya dokter itu tak perlu nolak siapa pun yang berobat karena menolong orang yang sedang sakit atau butuh bantuan. Dokter dalam sumpahnya membantu orang yang memberikan," ujar Ketua Komisi Dakwah MUI Cholil Nafis kepada detikcom, Jumat (26/5/2017). Menurut Cholil, hal yang perlu dibenahi adalah sistem transaksi pembayaran yang berbasis syariah. Dia mencontohkan, pada bank atau asuransi saat ini, ada pilihan syariah. "Yang perlu dibenarin proses transaksi BPJS sebagaimana rekomendasi MUI. Operatornya menggunakan akad sesuai syariah, artinya ini menjadi evaluasi kepada pemegang kebijakan BPJS"

Mr.Awesome (@menolakbungkam.id)

Saya baru tahu kalo yang katanya anonymous dan hacker juga bisa kena farming berita beha ha ha ha ha #RipAnonymous #MantanAnonymous ckckckckckk #menolakbungkamisback #menolakbungkam

Mr.Awesome (@menolakbungkam.id)

Jakarta - Sekelompok massa memblokir Jalan Raya Abepura-Sentani, Jayapura, Papua. Aksi ini berakhir ricuh dan mengakibatkan Kapolres Jayapura Kota AKBP Tober Sirait dan ajudannya Bripda Nyoman terluka.

Kapolda Papuan Irjen Pol Boy Rafli Amar melalui Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol Rikwanto menjelaskan, peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (25/5 sekitar pukul 13.30 WIB di Jl Raya Abepura, Sentani, tepatnya di Padang Bulan hingga ke Makorem 172 Prajawirayapti, Jayapura Kota.

Aksi tersebut dipicu adanya isu pembakaran kita suci saat personel TNI melaksanakan korvei di mess yang ditinggalkan oleh pasukan sebelumnya. Dalam aksi tersebut, massa juga membakar ban. "Jadi begini, ada tumpukan kertas di bak sampah kemudian dibakar. Nah diisukan oleh orang yang tidak bertanggungjawab kalau itu tumpukan bukunya Alkitab," ujar Boy dalam keterangannya yang diterima detikcom, Kamis (25/5/2017). Personel Polres Jayapura Kota yang dipimpin Kapolres kemudian merapat ke Makorem 172 Prajawirayapti untuk melakukan pengamanan. Kapolres yang bersama ajudannya, kemudian dilempari dan dikeroyok oleh massa tersebut. "Ada beberapa anggota Polri dan masyarakat yang mengenali Kapolres Jayapura Kota dan ajudannya berupaya melindungi dan menyelamatkan keduanya dengan membawa ke mobil untuk dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Papua," ungkapnya.

Akibat peristiwa itu, AKBP Tober mengalami luka pada bagian dada sebelah kiri akibat lemparan batu dan beberapa luka memar pada bagian badan. Sementara ajudannya mengalami luka pada pelipis sebelah kiri, hidung retak, punggung sobek. "Saat ini korban dirawat di Ruang UGD Rumah Sakit Bhayangkara," lanjutnya.

Sekitar pukul 14.00 WIT, Kapolda dan Kasdam Cenderawasih Brigjen TNI Herman Asaribab ikut turun ke jalan untuk mendinginkan situasi di beberapa titik di sekitar Padang Bulan Jayapura Kota. Sekitar pukul 16.45 WIT, akses Jalan Abepura-Sentani sudah dapat dilalui kendaraan roda dua dan roda empat setelah dibersihkan (bekas bakar ban) oleh anggota Brimob dengan menggunakan Water Canon. "Kasus ini sudah ditangani oleh Pomdam Cindrawasih dan Ditkrimum Polda Papua, untuk itu di harapkan kepada warga.

Mr.Awesome (@menolakbungkam.id)

info kejadiannya :

AKSI ANARKIS MASSA DI DEPAN KOREM 172 /PWY JAYAPURA

1. Pada tanggal 25 Mei 2017 pukul 12.15 WIT, bertempat di Jalan Raya Abepura-Padang Bulan tepatnya di depan Makorem 172/PWY dan di depan Kediaman Kasrem 172/PWY sedang berlangsung aksi pemalangan jalan yang dilakukan oleh Jemaat Gereja Sion Padang Bulan yang disebabkan karena adanya Oknum Anggota Satgas Pamtas 410/Alugoro yg diduga membakar Al Kitab pada saat melakukan kurve.
2. Pkl 14.00 romb Kasdam XVII Cen, Dandim 1701 JYP, dan Kapolresta Jayapura datang dan berupaya bicara di depan massa yg berkumpul di depan wisma Korem 172 PWY. Namun massa semakin beringas shg kasdam XVII Cen meninggalkan tempat menuju Makorem 172 PWY.
3. Sekira pkl 14.05 rombongan kasdam XVII Cen diserbu massa yg mengakibatkan pengawal kasdam luka2, ajudan Kapolres dibacok hingga meninggal, dan Kapolresta luka2 terkena lemparan batu
4. Sekira pkl 14.15 wisma Korem 172 diserang dengan menggunakan batu shg satgas Pamtas mengeluarkan tembakan peringatan
5. Pkl. 14.30 kasdam beserta rombongan berlindung di Makorem 172 PWY sementara massa berkumpul di depan Makorem menuntut pelaku pembakaran dikeluarkan
6. Pkl 15.00 Ajudan Kapolres dinyatakan meninggal di RS bhayangkara . Selanjutnya walikota
Tomi Mano, dan para pendeta serta tokoh agama mencoba menenangkan massa namun massa masih bertahan menuntut prajurit pelaku pembakaran diserahkan.
7. Pkl 15.30 WIT kapolda Papua tiba dan melakukan negosiasi sd. sekarang

Situasi masih belum kondusif, konsentrasi massa belum mau bubar

Mr.Awesome (@menolakbungkam.id)

HTI memakai bendera Tauhid, ISIS juga memakai bendera Tauhid. Dalam setiap pem-bom-an ISIS selalu happy dan klaim peristiwa tersebut, yang membawa bendera Tauhid justru menebar teror. Apakah bom di kp melayu ada hubungannya sama HTI.? Wallahualam. Yang jelas bom kp melayu ada hubungannya sama ISIS. *pikirsendiri #menolakbungkamisback #menolakbungkam
More...