INDONESIAN SOSIALISM (@menolakbungkam.id) [similar]

⏩RED ARMY || M.I.M⏪ ⚠️DANGEROUS ZONE⚠️ don't panic, i'm muslim💋 Writer As Mr.Awesome Spam = Block

INDONESIAN SOSIALISM (@menolakbungkam.id)

Cusss follow akun yang satu ini 👉👉 @yudistira.94 , banyak ilmu yang bisa kalian dapatkan di akun tersebut. Bagi kalian yang ingin mengetahui awal mula kata RADIKAL, bisa baca di postingan👉 @yudistira.94 go follow dijamin engga bakal nyesel😍

INDONESIAN SOSIALISM (@menolakbungkam.id)

Barangkali tidak ada yang bisa menyangkal jika di sektor ekonomi modern (kapitalisme) sudah makin merengsek ke urat nadi kehidupan negeri ini. Pabrik-pabrik dengan teknologi maju bertebaran makin banyak. Eksploitasi sumber daya alam kian beringas melalui penerapan teknologi terbaru untuk mengeruk untung berlipat ganda.

MELIMPAHNYA INFORMAL PROLETARIAT

Mereka semua secara konseptual mewakili pekerja keluarga tidak diupah (unpaid family workers), pekerja lepas (casual workers), dan pekerja mandiri (own-account workers). Umumnya, produktifitas dan pendapatan mereka jauh lebih rendah dari rekan mereka yang bekerja di sektor formal. Lagipula, tanpa perlindungan hukum, hak bernegosiasi, hak proteksi sosial, mereka semua menjadi pekerja rentan. Di tahun 2012, jumlah mereka di Indonesia sekitar 63% dari total angkatan kerja, setara 70 juta orang (ILO, 2013: 12).
Inilah masa rakyat yang disebut sebagai informal proletariat yang bertahan hidup dengan bergulat di sektor informal tanpa sarana produksi yang memadai.

Memang tidak semua pekerja informal termasuk kategori informal proletariat. Petani kaya pedesaan yang merekrut petani lain untuk bekerja di ladananya bukanlah informal proletariat. Begitu pula majikan bakso atau mie ayam yang memiliki beberapa buruh upahan yang membantu bisnis mereka.
Melimpahnya informal proletariat di Indonesia bukanlah gejala khusus. Di Afrika, Amerika Latin, dan Asia miliki massa informal proletariat yang juga besar dalam struktur ketenagakerjaan merek, meliputi rata-rata 50-80 persen dari total angkatan kerja. Lanjut👇 #menolakbungkam #menolakbungkamisback #MenangkanPancasila #bhinekatunggalika

INDONESIAN SOSIALISM (@menolakbungkam.id)

Mengenai keputusan pemerintah dalam mengeluarkan perppu ormas/pembubaran ormas yang dianggap bertentangan dengan pancasila, saya (pribadi) setuju dengan adanya perppu tersebut. Karena menurut saya UU ormas pada tahun 2013 kurang efektif dalam menangkal radikalisme di Indonesia. Dalam perppu ormas disebutkan bahwa bukan hanya ateisme, komunisme/marxisme-leninisme namun semua ormas Kelompok yang bertentangan dengan pancasila. Saya rasa ini adil, mengingat makin banyak paham yang bertentangan dengan pancasila, ex : HTI, ISIS yang mengusung konsep khilafah.
Namun saya juga ragu jika perppu pembubaran ormad akan berhasil 100%. Karena, dalam perppu tersebut ada asas contrario actus yaitu lembaga yang memberikan izin ormas mempunyai wewenang untuk membatalkan atau mencabutnya.
Nah, untuk asas ini nampaknya pemerintah harus berhati-hati, karena pihak oposisi bisa saja meloby pemberi izin untuk tidak setuju dengan pembubaran ormas tersebut.
Nah, selain perppu ormas dinilai lebih mudah dan tidak serumit UU ormas. Maka, saya (pribadi) setuju demi menjaga kedaulatan negara. Sudah saatnya pemerintah kita bertindak tegas atas hal-hal yang Membahayakan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Bagaimana tanggapan followers menolakbungkam atas perppu ormas tersebut? Silahkan diskusi sehat pada kolom komentar. [TAMBAHAN LANJUT👇👇, SILAHKAN BACA] #menolakbungkam #menolakbungkamisback #MenangkanPancasila #bhinekatunggalika

INDONESIAN SOSIALISM (@menolakbungkam.id)

Ini adalah kasus kemarin yang digoreng oleh bala koreng😀kenapa bala koreng sangat memusuhi institute kepolisian? Bukankah tidak semua polisi itu jahat? Ternyata si axel memang mengaku memesan obat penenang, sebenarnya saya dulu sempat melihat instagram milik axel. Jika berdasarkan postingan dia, gaya hidup dia, pergaulan dia. Ya, saya sih anggap wajar jika axel memakai obat penenang. Bahkan saya sempat melihat video axel di instagram, axel dan pacarnya sedang sate lambe (ciuman bibir) dan adegan tersebut direkam lalu di post pada instagram😀 so, bijaklah dalam menyikapi kasus..jgn langsung diviralkan tanpa ada bukti valid😘 #menolakbungkam #menolakbungkamisback #MenangkanPancasila #bhinekatunggalika

INDONESIAN SOSIALISM (@menolakbungkam.id)

#Repost @utusanrevolusi (@get_repost)
・・・ PRIVATISASI UMBULAN=TINDAKAN INKONSTITUSIONAL
° ° ° ° °
Pernyataan Sikap Serikat Rakyat Tolak Umbulan (SERATU)

Berdasarkan  UUD 1945 Pasal 33 ayat 3: "Bumi, air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh Negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Oleh karenanya air adalah barang publik yang harus dikuasai oleh negara secara langsung untuk dapat dinikmati oleh rakyat dengan semudah-mudahnya dan semurah-murahnya.
Dengan dibatalkannya Undang-undang No 7 Tahun 2004 Tentang Sumber Daya Air oleh Mahkamah Konstitusi melalui keputusannya Nomor 85/PUU-XXI/2013, maka nalar privatisasi dan komersialisasi terhadap air dan sumber air tidak lagi boleh dilakukan oleh pihak swasta. Pihak swasta tidak lagi diperbolehkan melakukan penguasaan atas air dan sumber air, karena akan bertentangan dengan konsep res comune, yang tidak boleh menjadi obyek harga secara ekonomi.

Konsep Hak Guna Air harus ditafsirkan sebagai turunan (derivative) dari hak hidup yang dijamin oleh UUD 1945. Oleh karenanya, pemanfaatan air di luar Hak Guna Pakai Air, dalam hal ini Hak Guna Usaha Air, haruslah melalui permohonan izin kepada Pemerintah yang penerbitannya harus berdasarkan pada pola yang disusun dengan melibatkan peran serta masyarakat yang seluas-luasnya. Oleh karena itu, Hak Guna Usaha Air tidak boleh dimaksudkan sebagai pemberian hak penguasaan atas sumber air.

Dengan begitu persyaratan konstitusionalitas tentang pemanfaatan air dan sumber air, dalam pelaksanaannya harus menjamin terwujudnya amanat konstitusi tentang hak penguasaan negara atas air. Hak penguasaan negara atas air itu dapat dikatakan ada bilamana negara, yang oleh UUD 1945 diberi mandat untuk membuat kebijakan (beleid), memegang kendali dalam tindakkan kepengurusan, tindakkan pengaturan (regelendaad), tindakkan pengelolaan, dan tindakkan pengawasan.

#saveumbulan #tolakprivatisasiair #marharnisme #marhaen #bringbacksocialjustice #umbulangakdidol#utusanrevolusi

INDONESIAN SOSIALISM (@menolakbungkam.id)

Oleh : Mr.Awesome

Dalam kasus belakangan ini, media sosial dihebohkan dengan statement "kriminalisasi", entah itu kriminalisasi terhadap ulama, akrivis dsb. Namun pada essay kali ini saya akan sedikit menulis tentang 'kriminalisasi' yang dialami oleh netizen, apakah pantas kriminalisasi disematkan pada kasus tersebut??. Dalam mengkritik pemerintah/Presiden, Sejatinya kita diwajibkan menggunakan bahasa yang baik/kalimat yang baik. Kita tidak bisa dengan seenaknya menggunakan bahasa kasar, umpatan kebencian atau hatespeech, karena hatespeech sendiri merupakan larangan bagi dunia internasional.

Saya membaca berita bahwa ada seorang admin media sosial yang ditangkal oleh pihak kepolisian karena mengandung hatespeech dan sangat mengarah ke tindakan Perpecahan, admin tersebut tampak garang ketika sedang menulis caption, namun menjadi seorang pengecut ketika terciduk. Kebetulan admin tersebut merupakan anggota muslim cyber army, kabar penangkapan tersebut terdengar oleh anggota yang lain dan mendadak mereka membuat postingan "kriminalisasi" dan "pembungkaman", kalian tahu tidak mana kritikan mana hatespeech? Hatespeech tidak bisa Kaitkan dengan kritikan, itu dua hal yang berbeda. Jika kritikus mengkritik kebijakan pemerintah dengan bobot yang yang sangat baik, menggunakan bahasa yang baik serta logika yang waras, lalu kritikus tersebut ditangkap oleh aparat, itu boleh dikatakan dengan pembungkaman. Atau contoh lain seperti Wiji Thukul, itu juga merupakan pembungkaman. Jika hanya menuliskan "Polisi baj*ngan, Presiden kod*k, bla bla bla", apakah itu termasuk sebuah kritikan? Jika itu iya, maka saya sangat miris melihat logika kebalik yang dimiliki oleh generasi muda bangsa ini. Lanjut👇

INDONESIAN SOSIALISM (@menolakbungkam.id)

Pasti ada yang nganggep gue ahoker, buzzer😌bodo amat, emang gue pikirin😁mamam tuh DP 0% beha ha ha

INDONESIAN SOSIALISM (@menolakbungkam.id)

Dulu saya suka bagun pagi hari, sekitar pukul 05:00 hanya untuk melihat Gunung Slamet dari Pekalongan. Apalagi jika udara sejuk, Gunung Slamet sangat jelas terlihat. Memang gunung Slamet masih bisa saya lihat, namun saya melihat seolah saya sedang melihat ke sebuah pemakaman raksaksa. Bukan tanpa alasan, bukan pula sebatas imajinasi. Saya hanya membayangkan jika para penduduk Gunung Slamet melakukan aksi protes seperti para petani kendeng, beberapa petani kendeng tewas, terjadi pembakaran, itulah yang saya maksud dengan pemakaman raksaksa, pemakaman bagi warga setempat.

Gunung Slamet memang indah, selain pesonanya, juga terdapat cerita mistis mengenai gunung tersebut. Diwaktu saya kecil dulu, guru SD saya pernah berkata "Jika gunung Slamet meletus, lenyaplah daerah Jawa Tengah". Ya, gunung yang mempunyai wujud seperti dua orang sedang rebahan ini memang terkenal mengerikan.

Saya masih berharap, gunung Slamet akan selamanya lestari, terawat, elok nan mempesona. Agar saya masih semangat untuk berkunjung tatkala jenuh akan rutinitas kampus, bersama kawan-kawan, keluarga. Mr.Awesome #menolakbungkam #menolakbungkamisback #MenangkanPancasila #bhinekatunggalika

INDONESIAN SOSIALISM (@menolakbungkam.id)

Ahaha tepat seperti prediksi gue.!! Akurat coyy😎 selow, gue recokin strategi kalian ahahahahha #menolakbungkamisback #menolakbungkam #MenangkanPancasila #bhinekatunggalika

INDONESIAN SOSIALISM (@menolakbungkam.id)

Bala koreng mengaku bukan isis namun kelakuan persis kayak isis, bala koreng mengaku bukan wahabi namun kelakuan persis wahabi, bala koreng suka nyerang pemerintah, giliran tercyduque nangis sambil bilang "kriminalisasi" .. Kalau kata Ustad Haikal hasan sih "pale loooo" beha ha ha ha #menolakbungkam #menolakbungkamisback #MenangkanPancasila #bhinekatunggalika

INDONESIAN SOSIALISM (@menolakbungkam.id)

Suka nyumpahin gue, giliran gue sumpahin balik kok marah-marah..dasar monyet jidad item.!! #menolakbungkam #menolakbungkamisback #MenangkanPancasila #bhinekatunggalika

INDONESIAN SOSIALISM (@menolakbungkam.id)

Alhamdulillah, fadli zon dan fahri hamzah segera menyusul..jadilah 3 serangkai eh sebangkai beha ha ha ha #menolakbungkam #menolakbungkamisback #MenangkanPancasila #bhinekatunggalika

INDONESIAN SOSIALISM (@menolakbungkam.id)

Pada sesi kali ini, sebenarnya selain untuk membahas gerakan mahasiswa, juga untuk meg-kode (bahasa kekinian) mahasiswa yang makin hari makin lapuk karena terlena oleh lambaian tangan para poli-tikus.
Pada masa tumbangnya rezim Soeharto, mahasiswa menjadi motor untuk mengkritik kebijakan pemerintah. Ketika pada reformasi 98, memang tidak mampu membawa loncatan lebih baik maju kedepan yaitu untuk mencapai reformasi total dan pembentukan dewan rakyat, namun mereka telah mampu membawa perubahan berarti bagi dalam kancah demokratisasi di Indonesia setelah jatuhnya rezim Soeharto.

Pada sesi ini saya akan mengajak kalian mengulas "kenapa mahasiswa" sekarang bernyali ciut? Gerakan yang dihasilkan tidak menuntut sesuatu yang diinginkan oleh kebanyakan masyarakat, gerakan mahasiswa 'demo' jamam sekarang lebih politis, terlebih dalam melaksanakan misi dari om bos, fakta atau bukan? Gerakan mahasiswa saat ini justru lebih ke arah regrsif daripada progresi, kenapa? Maaf saya mau jujur tentang mahasiswa walau saya juga mahasiswa : kampus/universitas saat ini telah kebobolan dengan masuknya pembawa aliran wahabi yang mengusung konsep khilafah, tidak percaya? Silahkan survey secara diam2 pada kampus kalian. Mahsiswa sekarang sudah dikemposi secara halus oleh politikus licik yang menginginkan mahasiswa agar sibuk dengan kuliah, ipk bagus, dapat kerja mapan sehingga lupa untuk mengkritik poli-tikus. Ya, toh nyatanya yang terjadi saat ini memang seperti itu kan? Sekalinya mahasiswa turun ke jalan, mereka membawa tuntutan untuk tidak "mengkriminalisasi ulama". Tell me why they're so idiots, kenapa tidak membawa tuntutan nasionalisasi freeport? Padahal Jokowi sudah memberi kode dengan langkah divestasi, kalau mahasiswa memberi dukungan lebih dengan turun ke jalan, saya yakin nasionalisasi freeport akan sukses. #menolakbungkam #menolakbungkamisback #MenangkanPancasila #bhinekatunggalika

INDONESIAN SOSIALISM (@menolakbungkam.id)

Saya viralkan yaa..miris lihat generasi muda bangsa ini, indonesia darurat moral. #menolakbungkam #menolakbungkamisback #MenangkanPancasila #bhinekatunggalika

INDONESIAN SOSIALISM (@menolakbungkam.id)

Saran saya, kalau menemui orang ber-logical fallacy lebih baik block langsung saja, terlebih jika itu adalah akun bodong😉 [ Besok lanjut sesi diskusi ya gengss😚 ] #menolakbungkamisback #menolakbungkam #MenangkanPancasila #bhinekatunggalika

INDONESIAN SOSIALISM (@menolakbungkam.id)

Dalam kajian epistemologi, perlu diketahui bahwa Renaisans barat berangkat dari konflik ilmu pengetahuan dan otoritas keagamaan. Ilmu pengetahuan di barat menjadi simbol perlawanan atas otoritas keagamaan yang mengungkung perkembangan ilmu pengetahuan. Sedang di Nusantara, konflik agama dan ilmu pengetahuan tidak pernah terjadi. Bahkan sejak dulu kaum ilmuwan Nusantara relatif memiliki sifat religius.

Renaisans barat melahirkan dunia modern yang membuat banyak manusia kehilangan Tuhan dan mencari-Nya sebagaimana diungkap oleh Whitehead dalam bukunya "Religion Making". Demikian pula pernyataan Van Puersen dalam bukunya "Itu Tuhan" bahwa dewasa ini terasa sekali kekacauan sekitar kata "Tuhan". Pencarian tersebut menunjukan adanya persoalan keilmuan hasil renaisans barat berkisar masalah Tuhan.

Indonesia, sebagai bentuk paling muktahir dari Nusantara, dalam dasar negaranya sudah jelas menganggap bahwa Tuhan tidak lagi merupakan masalah baik eksistensi maupun pemaknaannya. Bangsa Indonesia mempercayai Tuhan dalam objektivitas-Nya, bukan dalam kemungkinan atau dalam angan-angan. Maka pengertian objektif di sini apabila dipahami dalam filsafat proses, tidak lain adalah bentuk nyata yang demikian dekat. [ Post-Madilog, hal : 91-92 ] #menolakbungkamisback #menolakbungkam #MenangkanPancasila #bhinekatunggalika
More...