⚠️DANGEROUS ZONE⚠️ (@hara.nirankara) [similar]

Writer as Mr.A || Tidak kuat? Silahkan minggat Fanpage: @HaraNirankaraOfficial

⚠️DANGEROUS ZONE⚠️ (@hara.nirankara)

[Politik Identitas Orde Baru, Bagian 1. By Mr.A]

Dalam esai yang pernah saya buat, sudah beberapa kali saya menyinggung tentang antek orde baru yang ada pada pemerintahan Joko Widodo. Dalam esai kali ini, saya tidak akan terlalu banyak menulis sesuatu yang tidak penting. Saya akan langsung menuju pada intinya. Pada esai bagian pertama ini saya akan langsung menembak salah satu menteri yang ada di sekitar Presiden Jokowi. Dia adalah menteri dalam negeri, Tjahjo Kumolo.

Viva[dot]co[dot]id pada 23 Febuari 2016 pernah memuat berita tentang mendagri. Intinya, mendagri ingin meniru cara orde baru dalam menangani masalah yang berkaitan dengan “agama”, yaitu dengan menyerahkan langsung kepada pemerintah daerah untuk menyelesaikannya. “kami inginkan seperti zaman awal orde baru. Setiap gelas pecah cepat merapat dan harus bisa ditentukan siapa yang membawa gelasnya. Gelasnya pecah kenapa dan implikasinya apa”. Ucapnya di balai kartini, jakarta 23 Febuari 2016.

Sindonews[dot]com 15 September 2015 memuat headline “mendagri ingin penanganan konflik sosial seperti orde baru”. Berita tersebut intinya sama dengan berita yang dipublikasikan oleh viva pada 23 Febuari 2016. Sekecil apapun kejadian bisa terdeteksi dengan baik, seperti zaman orde baru.

Dalam kasus tersebut saya melihat ada aroma “otoriter” di mana segala sesuatu yang terjadi, mendapat pengawasan ketat yang diharapkan tidak akan menyerang pemerintahan Jokowi.

Tempo[dot]co pada 15 Febuari 2018 meneribitkan sebuah kolom atau thread yang berjudul “kebijakan menteri rasa orde baru”. Dalam kolom tersebut memuat yang intinya bahwa mendagri yang membuat peraturan tentang penempatan jenderal polisi aktif sebagai plt dan pengaturan izin penelitian, walaupun akhirnya dibatalkan, keputusan tersebut semakin menguatkan saya akan bahaya neo orde baru di dalam pemerintahan Jokowi.

Lanjut↓↓#HaraNirankara #MenangkanPancasila #bhinnekatunggalika #nkrihargamati

⚠️DANGEROUS ZONE⚠️ (@hara.nirankara)

Beha ha ha ha, lah saya juga udah sering nyindir kan? "Banyak antek orde baru di pemerintahan"😂dan ",,,,hutang politik"😂 tapi saya engga berani buat mempublikasikan analisa mentah saya ini. Kalau saya diculik, kasian calon istri saya nanti jadi perawan seumur hidup😞😖 [ada satu nama lagi, pernah saya sebut ketika sedang live beberapa bulan yang lalu😂🤐]

⚠️DANGEROUS ZONE⚠️ (@hara.nirankara)

Penjara. By Mr.A

Untuk menjalani sebuah kehidupan, terkadang kita harus lepas dari sebuah dogma yang membelenggu atau yang membatasi gerak kita dalam bersosial. Apapun yang berhubungan dengan sebuah peraturan terutama dalam sebuah agama hendaknya kita kaji sebaik mungkin agar tidak menimbulkan stigma negatif dari orang yang tidak seagama dengan kita. Ketika kita tidak mengindahkan sebuah batasan yang ada di dalam agama, bukan berarti kita menentang Tuhan. Agama berisi sesuatu yang baik dan buruk, sedangkan sifat Tuhan salah satunya adalah Maha Pengasih dan Penyayang. Tuhan tidak akan seutuhnya baik dan jahat. Di mata Tuhan, semuanya adalah baik. Hanya persepsi kita dalam memahami sebuah kitab yang katanya turun dari langit saja yang salah.

Ketika Tuhan menghukum manusia yang berbuat dosa, itu merupakan sebuah kejahatan tapi tidak dengan persepsi Tuhan. Mungkin saja Tuhan menghukum manusia atas dosanya agar manusia tersebut kembali menjadi baik.

Namun pada prakteknya justru manusia bertindak layaknya Tuhan. Ajaran-ajaran dogmatis yang mereka dapat hanya menimbulkan masalah baru di kalangan manusia. Layakya sedang berada di dalam penjara. Kita terbatasi dengan batasan-batasan yang sudah ada dan kita terkukung di dalamnya tanpa bisa bertindak. Keadaan yang membatasi kita itulah yang saya namakan dengan penjara. Agama saya berkata demikian, agama saya menyuruh demikian dan saya harus patuh kepada agama saya karena saya adalah manusia yang beriman, bla bla bla.

Lanjut↓↓ #HaraNirankara #MenangkanPancasila #bhinnekatunggalika #nkrihargamati

⚠️DANGEROUS ZONE⚠️ (@hara.nirankara)

Nyebar hoax = kritik? Nice logic👏👏👏

⚠️DANGEROUS ZONE⚠️ (@hara.nirankara)

Barbar, pki pki pki kek pada tau ttg pki aja😂. Sok jago karena di kandang sendiri. Coba kalau bukan di kandang sendiri, yakin tuh bakal tetep jadi pahlawan kesiangan? Btw, apakah ada bukti kalau orang gila tersebut adalah benar PKI? Nah, ada satu kecacatan yang menurut saya teramat fatal. Mereka menyebut orang tersebut dengan sebutan PKI. Padahal PKI adalah partai, sedangkan orang tersebut adalah manusia.

Ketika banyak orang menyebut "woii pki woii", serius tuh pki bisa pakai mobil, jalan kaki, dlsb? Mereka lupa bahwa pki nerupakan partai atau kasarnya hanya sebuah nama TANPA wujud. Yang berwujud adalah orang atau anggotanya.

Note: video hasil ngutil dari akun lele empang. Lokasi di bekasi.

⚠️DANGEROUS ZONE⚠️ (@hara.nirankara)

Padahal sudah beberapa kali saya buatkan esai, namun tetap saja banyak netijen yang tergiring opininya. Padahal membaca bisa dilakukan kapan saja, di mana saja. Tapi, ah sudahlah.

⚠️DANGEROUS ZONE⚠️ (@hara.nirankara)

BERAK SEKEBON😂, JANGAN LUPA MICIN DIHINDARIN BONG CEBONG.

Astaga, dari kemarin gue ketawa mulu liat lele empang yang berhasil begoin Jokowers😂

⚠️DANGEROUS ZONE⚠️ (@hara.nirankara)

tirto.id - Haji Misbah Muchtar sudah hafal dengan periode banjir di kampungnya, Cawang Atas, Jakarta Timur. Saban musim hujan ia sudah mengira air sungai Ciliwung pada saat-saat tertentu bakal meluap di belakang kampung dia. Jika hujan deras di Jakarta dan di Bogor, lalu debit air naik di Bendung Katulampa, saat itulah perkiraannya terbukti.

Minggu pagi, 4 Februari lalu, tanda-tanda itu sudah bulat. Sebagai ketua rukun warga, ia segera mengontak orang-orang dari kelurahan, kecamatan, dan tim evakuasi (SAR) untuk mengatur segalanya dan bersiap mengantisipasi banjir. Warga sudah diperingatkan. Beberapa di antara mereka memilih mengungsi sebelum banjir melanda.

Menjelang malam air mulai naik dan menggenangi jalan. Puncaknya, pukul 8 malam, air memasuki rumah warga. Rumah Haji Misbah, terletak di atas permukaan tanah yang agak tinggi, juga dirayapi banjir setinggi lutut orang dewasa. “Ini sudah tahunan," kata pria 64 tahun itu. "Ada juga siklus lima tahunan Ciliwung, biasanya besar." "Tahun 2007 itu yang paling besar," tambahnya, merujuk peristiwa banjir yang menewaskan 80 orang, bikin 340.000 orang kehilangan rumah, menyebabkan kerugian sekitar Rp8,8 triliun; gelombang banjir terburuk dalam ingatan orang-orang Jakarta.

Banjir tahun ini, yang menerjang kampung Haji Misbah dan wilayah-wilayah lain di sekitar sungai Ciliwung, selalu bermula dari satu mata air kecil, berjarak sekitar 70 km di selatan Jakarta.

Nama mata airnya adalah Ciliwung, sebagaimana nama sungainya, terletak di desa Tugu Utara, Cisarua, Kabupaten Bogor. Mata air ini yang menjadi hulu sungai Ciliwung. Panjang sungai ini 130 kilometer, satu dari tiga belas sungai yang membelah Ibu Kota, bermuara di Sunda Kelapa, perairan Teluk Jakarta.

Sekilas, hulu Ciliwung baik-baik saja. Airnya jernih dan segar. Namun, di sekitarnya, hutan mulai rusak.
Lanjut↓↓#HaraNirankara #MenangkanPancasila #bhinnekatunggalika #nkrihargamati

⚠️DANGEROUS ZONE⚠️ (@hara.nirankara)

[Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab. By Mr.A]

Banyak orang menafasirkan tentang adil dengan berbeda-beda. Namun bagi saya adil merupakan sebuah kepuasan yang tidak dapat dinilai oleh materi. Adapula yang berkata bahwa adil yaitu sama rata, rata dalam pembagian apapun. Kemanusiaan yang adil berarti sifat-sifat luhur manusia dalam mengambil keputusan yang mencakup hajat hidup orang lain. Sebuah keputusan yang adil terutama dalam hukum haruslah melihat segala aspek guna pengambilan keputusan yang menghasilkan “adil”. Beradab berati yang sesuai dengan norma dan kaidah yang berlaku. Kemanusiaan yang beradab berarti sifat-sifat dasar manusia yang bernilai positif, sifat baik yang mencakup tindakan maupun tingkah laku dan tutur bahasa kita.

Hemat saya, kemanusiaan yang adil dan beradab yaitu sifat-sifat manusia yang mampu menghasilkan keselarasan, saling hormat menghormati, dan tentunya berlaku “adil” sesuai dengan berbagai pertimbangan sehingga dapat mencapai sebuah kepuasan batin. Namun sayangnya praktek yang terjadi pada abad ke 21 ini justru memperlihatkan hal yang sebaliknya.

Sifat para penegak hukum di negara kita justru memperlihatkan keadaan yang berat sebelah di mana ada sebuah kecondongan terhadap individu yang dinilai bisa menguntungkan mereka atau individu yang dengan sengaja memberi “untung” kepada para penegak hukum. Terlebih jika melihat para anggota dewan di senayan maupun di daerah-daerah. Ketika rapat paripurna kadangkala menimbulkan sikap yang tidak beradab [ricuh, red] dikalangan anggota dewan.

Hal yang sama juga terjadi pada para anggota keamanan atau “personal” yang berada di instansi keamanan negara. Berbagai tindakan represif kerap dipertontonkan guna menegaskan keeksisan pihak keamanan. Terkadang perilaku brutal para aparat membuat miris orang yang melihatnya. Bagaimana bisa pihak yang seharusnya mengayomi dan melindungi sipil, justru memperlihatkan kelakuan yang tidak beradab [kekerasan, red]. Perilaku yang tidak beradab dari pihak keamanan bukan hanya terjadi pada saat demo, tapi juga pada saat mereka melakukan tugas yang sejatinya berada pada kepentingan para kapitalis

Lanjut↓↓#HaraNirankara #MenangkanPancasila

⚠️DANGEROUS ZONE⚠️ (@hara.nirankara)

Jokowers dan wowokers mana mau posting yg ginian. Giliran udah ketok palu, baru deh pada sibuk ngebacot. jadi, salah satu isinya: korban pemerkosaan bisa kena pidana jika tdk bisa membuktikan kalo dirinya diperkosa. Lah zembhut! Ente pikir pas pemerkosaan si korban ada waktu buat ngerekam sebagai alat bukti? Bahlul ente,.kebanyakan nyimeng! Astaga... #HaraNirankara #MenangkanPancasila #bhinnekatunggalika #nkrihargamati

⚠️DANGEROUS ZONE⚠️ (@hara.nirankara)

[RALAT: Pasal 73] -- Jadi, antara DPR dan Presiden, mana yang lebih punya kuasa? Saya masih berharap para Jokowers maupun Wowokers bisa membuat postingan yang isinya mendesak Presiden agar tidak menandatangani berbagai pasal baru yang ada di UU MD3 dan mendesak agar MK membatalkan UU tersebut.

Padahal masih banyak RUU yang perlu disahkan oleh DPR, misalnya: RUU PRT yang melindungi para PRT dari tindak kekerasan yang dilakukan oleh majikan. #HaraNirankara #MenangkanPancasila #bhinnekatunggalika #nkrihargamati

⚠️DANGEROUS ZONE⚠️ (@hara.nirankara)

Yup benar sekali! Namun ketika kita mencoba untuk mengingatkan, eh mereka langsung meleduk. Kasian orang tua mereka telah melahirkan anak macam mereka, zembhut memang. Tapi inilah kenyataan yang harus dihadapi oleh kita semua. Cc mojok[dot]co #HaraNirankara #MenangkanPancasila #bhinnekatunggalika #nkrihargamati

⚠️DANGEROUS ZONE⚠️ (@hara.nirankara)

Pokoknya gue mau provoke sajalah! Gue bahas UU MD3 aja sepi anjeeerrr.

Jangan lupa like dan follow FP Hara ya! FP bakal gue isi dengan esai! Instagram saat ini gue alihin sebagai media buat manasin lele empang dan cebong saja.

⚠️DANGEROUS ZONE⚠️ (@hara.nirankara)

Menteri yang harusnya kena reshuffle😂
More...