Majalah Santri Nusantara (@majalahsantri) [similar]

"Media Informasi Santri Nusantara" Information | Publishing | M.Partner . Kirim Berita Via : 📲Line : @majalahsantri #majalahsantri

Majalah Santri Nusantara (@majalahsantri)

Membiarkan dirimu menjadi santri berarti membiarkan dirimu terjebak dalam keberuntungan, keberkahan, dan kebahagiaan dunia akhirat. - 1496 .
📷 @nifadilla

Majalah Santri Nusantara (@majalahsantri)

Khidmah itu bagai lauk, sedang ilmu adalah nasinya, yg keduanya telah dimasak oleh api cobaan, kesabaran dan beratnya ikhlas jiwa. Kita takkan bisa merasakan nasi tanpa itu kehadiran lauk, pun kita takkan bisa mereguk nikmatnya ibadah tanpa ilmu, sedang utk menempa ilmu haruslah dipoles dg khidmah . •••••. وما لطالب العلوم ينتفع # إلا بخدمة المعلّم رفع. Mbah kung, kulo kangen. .
#santrisarang #mbahmoen .
Saking Gus @muhammad_shobbah .
Via @ppalanwar.sarang

Majalah Santri Nusantara (@majalahsantri)

Do'a Penutup Syaikhina KH. Maimoen Zubair dalam Pembukaan Rakernas Majlis Dzikir Kebangsaan Hubbul Wathon di Jakarta

#mbahmoen #doa #penutup #rakernas #majlisdzikir #kebangsaan #hubbulwathon #jakarta #ppalanwarsarang #santrisarang 🎥 @ppalanwar.sarang

Majalah Santri Nusantara (@majalahsantri)

▪️
"Sinau Bareng Cak Nun" nanti malam (21.02.2018) di Trowulan. Yang di Mojokerto dan sekitarnya silakan merapat .

Saking : fb Simbah Kakung 💚🙏
-
#CakNun #GusMus #Kiaiku #NahdlatulUlama #santri #Maiyah #Indonesia .
@hamdan_ali26

Majalah Santri Nusantara (@majalahsantri)

3 Kyai Sepuh yang setia dengan Sapaan Gus : Gus Mus , Gus Chusain , Gus Makin .... Beliau adalah :
KH A Mustofa Bishri , KH Chusaini Ilyas Mojokerto , KH Makinudin Qomari Mojokerto .
📷 @ponpes.alfadllu

Majalah Santri Nusantara (@majalahsantri)

°
Dhawuhipun Syaikhina KH. Maimoen Zubair :

Sak iki wes parek dino kiamat!, soale sak iki Qur'an ora dadi panutan tapi dadi wacanan, akeh seng ora ngerti karepe alQur'an .

Wong nek gething zaman sak iki, berarti gething kro kekuasaane Alloh SWT, padahal opo wae seng gemenjret neng donyo ora luput songko kekuasaane Alloh .

Opo wae enak nek tukul songko bumi. Mangkane bumi sok emben melu mlebu neng suargo, wong nek wes mlebu suargo selawase, ora ono bengi, soale serngenge wes dilempit. Mangkane kata2ne ngangko yaumul qiyamat, ora lailatul qiyamat.
-
(Sekarang sudah dekat dgn hari kiamat!, soalnya sekarang al-qur'an sudah tdk jdi panutan tp hanya sbg bacaan saja. Byk yg tdk tahu apa mksd dn tjuan al-Qur'an .

Orang jika membenci zaman ini brarti membnci kekuasaan Allah, pdhal apa sja yg brada didunia ini tdk luput dari kekuasaan Allah .

Apa saja enak jika tumbuh dri bumi, oleh krna itu nanti bumi masuk syurga. Orang jika sudah msuk syurga it akan selamanya, tdk ada malam, soalnya matahari sudah dilipat. Oleh krn itu nanti kata-katanya "Yaumul Qiyamat", bukan Lailatul Qiyamat) .

Saking @hamdan_ali26

#KHMaimoenZubair #MbahMoen #Kiaiku #Kiaisepuh #matan #penasufi #penatarim ##sufi #nasihat #santri #santriwati #santrizamannow #NahdlatulUlama #santri #Indonesia @pena_sufi

Majalah Santri Nusantara (@majalahsantri)

"Dunia tanpa pesantren bagi saya adalah siksa. Bersyukurlah karena kamu pernah menjadi bagian di dalamnya" - .
Gus Dur .
📷 @nifadilla

Majalah Santri Nusantara (@majalahsantri)

Alhamdulillah saget kerawuhan romo KH.M Anwar Mansur kalian KH.A Mahin Thoha. Mugi sageto dados barokah sedayane.
"Dawuh Beliau: pegang Teguh apa kata kiai saat mondok. Tidak mungkin kiai menjerumuskan kita dalam jurang kerusakan. Jangan sampai pesan kiai yang sudah mendidik kita bertahun-tahun , kita campakan begitu saja karna ikut ustadz baru di media sosial yang tidak jelas sanad keilmuannya dan baru kita kenal."
.

By : gus @bangait
#cahpondok #pesantrenstory #alasantri #kiaku #serambilirboyo @santrisumbersari

Majalah Santri Nusantara (@majalahsantri)


Dara Cantik dari Singapura Ini Belajar Agama di Pesantren Tambakberas

Syaifullah, NU Online | Selasa, 20 Februari 2018 18:00
.
Namanya Siti Fatimah binti Azman. Usianya baru 21 tahun, namun semangat dalam memperdalam agama tidak surut. Rela meninggalkan kegiatan bisnis yang digeluti demi mendapatkan tambahan pengetahuan agama di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang.
“Saya merasa pengetahuan agama Islam yang diajarkan selama di sekolah kurang memadai,” katanya, Selasa (20/2). Karena materi keagamaan hanya disampaikan sebentar. Itupun sehari dalam sepekan, lanjutnya.
Atas jasa dan izin orang tuanya, Azman bin Jalani dan Sharifah Bee binti Abdul Rozak, perempuan berparas ayu ini rela nyantri selama kurang lebih dua bulan. Kesempatan tersebut dimanfaatkan untuk menimba pengetahuan agama dari membaca Al-Qur’an, tafsir, tauhid, hingga sejarah para nabi.
“Masih berjalan dua pekan, namun sudah banyak yang bisa saya cerna,” katanya saat ditemui di Madrasah Aliyah Unggulan KH Abdul Wahab Hasbulloh atau MAUWH Tambakberas.
Terhitung sejak 6 Februari hingga 25 Maret, Siti Fatimah mendapatkan bimbingan secara khusus dari sejumlah ustadz dan ustadzah di pesantren tersebut. Dan selama nyantri, dirinya menempati asrama atau ribath
Lathifiyah 2 yang berada di lingkungan Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas.
Terkait bahasa komunikasi, dirinya tidak mengalami kendala berarti. “Karena di Singapura, bahasa Melayu juga digunakan sebagai bahasa pengantar keseharian,” akunya. Kendati demikian, ia menyadari ada sejumlah kosa kata yang agak berbeda.
Tambahan wawasan keagamaan selama di pesantren tidak semata digunakan untuk dirinya sendiri. “Nantinya ilmu yang saya dapat akan disampaikan kepada kawan dan sahabat tempat saya tinggal di Singapura,” tandasnya.
Anak keempat dari enam bersaudara ini rela meninggalkan pekerjaan sebagai sales dan marketing demi memperoleh ilmu baru. Baginya, ilmu agama jauh lebih penting dibandingkan dengan karir dan penghasilan.
-
Sumber : nu.or.id
.

Via : @pesantrenstory

Majalah Santri Nusantara (@majalahsantri)

▪️
Ibu Nyai Sinta Nuriyah, Istri Almarhum KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) berkunjung ke Ndalem KH Maimoen Zubair Karangmangu Sarang Rembang Jawa Tengah pada hari ini, Selasa Legi, 20 Februari 2018 .

Mugi2 Simbah Yai Maimoen lan Simbah Nyai Sinta Nuriyah tansah pinaringan sehat lan panjang umur.. Aamiiiin. (Kanthongumur) .

#MbahMoen #GusDur #IbuSintaNuriyah #ZastrowalNgatawi #Kiaiku #NahdlatulUlama #santri #Indonesia .
@hamdan_ali26

Majalah Santri Nusantara (@majalahsantri)

Istiqomah lalaran
Agar semua orang memandang mu dengan senyuman😊
.
.
. [Bait ke 991-1002] nada yg paling menyenangkan saat dilantunkan
______________________________________
#senopati #santri #ploso #kediri #ngaji . 📷@santrisenopati

Majalah Santri Nusantara (@majalahsantri)

Gus, Ning , Kang, mbak2 Santri Ampun supe.
Iso ora iso seng penting
Sekolah
Apalan
Lalaran
Syawir
Jama'ah
Kanti Istiqomah
. 📷 @luluu_mustaf
.
#majalahsantri

Majalah Santri Nusantara (@majalahsantri)

Wudlu Batin Hatim al-Ashom

Diceritakan bahwa suatu ketika ‘Ishom bin Yusuf hendak menghadiri suatu majlis yang diasuh oleh Hatim al-Ashom. Kedatangan ‘Ishom bin Yusuf dlm majlis tersebut tak lain hanya bertujuan ingin membantah dan beradu argumen dengan Hatim al-Ashom dlm majlisnya. “Wahai Aba Abdir Rahman, bagaimanakah engkau melalukukan salat?” pancing ‘Ishom bin Yusuf memulai pembicaraan.

Mendengar pertanyaan itu, Hatim al-Ashom menolehkan wajahnya ke arah ‘Ishom bin Yusuf sambil berkata, “Ketika datang waktu salat, aku berdiri untuk melaksanakan wudlu dhohir dan wudlu batin”. “Bagaimana wudlu batin itu?” ‘Ishom bin Yusuf mulai penasaran. “Wudlu dhohir yg kulakukan adalah dengan membasuh anggota wudlu menggunakan air. Adapun wudlu batin yg aku lakukan adalah dgn membasuh menggunakan tujuh perkara, yakni taubat, penyesalan, meninggalkan cinta dunia, tdk memuji makhluk dan jabatan, meninggalkan sifat dengki dan hasud.” Hatim menjelaskan dengan lebih rinci. “Kemudian aku berjalan menuju masjid, aku menggerakkan anggota tubuhku. Kemudian aku melihat Ka’bah dan aku berdiri di antara kebutuhan dan kewaspadaanku. Allah melihatku, surga berada di sisi kananku, neraka berada di sisi kiriku, dan malaikat pencabut nyawa berada di belakang punggungku. Seakan-akan aku menapakkan telapak kakiku di jembatan Shirat al-Mustaqim dan aku menduga ini adalah salat terakhir dari sekian banyak salat yg telah aku lakukan.” Setelahnya, ia menjelaskan bagaimana ia melaksanakan shalatnya. “Kemudian aku membaca niat dan mengucapkan takbiratul ihram dengan sebaik mungkin, aku membaca bacaan dalam salat dgn merenungi artinya, aku ruku’ dengan penuh rasa rendah hati, aku sujud dgn penuh doa, aku melakukan duduk tasyahud dengan penuh harapan, serta aku mengucapkan salam dgn penuh keikhlasan.” “Dan seperti itulah salatku sejak 30 tahun yang lalu,” pungkas Hatim al-Ashom.

Mendengar kisah itu, ‘Ishom bin Yusuf tak kuasa menyembunyikan kekagumannya kepada Hatim, “Hal seperti itu tidak ada yang mampu kecuali engkau.” ‘Ishom bin Yusuf menangis sejadi-jadinya. []waAllahu a’lam
_________

#serambilirboyo #pondoklirboyo #LIRBOYO108 #lirboyo @serambilirboyo

Majalah Santri Nusantara (@majalahsantri)

.
“Masa sekarang tidak ada khilafah. Semuanya negara Nasional. Pada masa sekarang kalau bangsanya tidak dijunjung, maka akan runtuh. Meski demikian, kebesaran Indonesia harus diiringi dan diwarnai dengan ruh-ruh keislaman"
.
Syaikhina Maimoen Zubair
. 📷 @ibn_shodiqun

Majalah Santri Nusantara (@majalahsantri)

.
teko di lakoni kanthi ikhlas insya allah barokah
.
Hukuman atau ta’zir yang berlaku di lingkungan pondok pesantren tentunya tidak memberatkan ataupun membahayakan santri. Dan tentunya disesuaikan dengan jenis pelangaran yang dilakukan dengan kadar tingkatan pelakunya sesuai dengan hasil musyawarah bersama.
Adakalanya dalam bentuk teguran atau ta’zir secara langsung.
Misalnya, batasan waktu ketika kembali untuk ke rumah, kebersihan, tidak ngaji tanpa alasan..ghosob...tidak seragam ketika madrasah, dll.

Hikmah dan manfaat ta’zir di lingkungan pesantren adalah sebagai suatu pembelajaran untuk menentukan, memilih dan dapat membedakan antara yang benar dan yang salah.
Hal tersebut merupakan salah satu cara untuk menjaga agama, yaitu menjaga akhlak orang-orang Islam supaya tidak menyeleweng jauh dari sikap dan tindak tanduk yang telah diteladankan Rasululah saw.
.
.
.
.
.
.
.
#annawawi #santriindonesia #alasantri #santrikeren #potretpurworejo #purworejonan #pesantrenstory #galerisantri #purworejo #wonosobohitz #instagram #aaygraph #geonusantara #indonesia #alanu #net #wonosobohitz #indonesia #santriputrihits #cahpondok #santrikeren #aisnusantara #indonesiaculture #santrijomblo #jatenggayeng #romansapurworejo2020 #santrigraph
#kemenag #santrikece .
@annawawi_berjan

Majalah Santri Nusantara (@majalahsantri)


Santri Abadi; adalah sebutan bagi mereka yang diniyah sering nggak naik kelas, bahkan dari awal masuk sampe boyong tinggal di kelas satu terus 😬
-
cc : @annursatu

#pesantrenstory .
@pesantrenstory

Majalah Santri Nusantara (@majalahsantri)

Tnpa judul 😔
----------------------
Aku lelah..
Berlarian mengejarmu,
Mengemis sesimpul senyum manis,
Terlihat sangat bodoh,
Malah kasihku kau gadaikan dengan lara,
Untung saja masa lalu menepukku,
Sampai menarikku masuk dalam kenangan lampau,
Hingga ku tersadar..
Yang lalu (masa),mengajarkanku berbenah
Dan..
Yang akan datang (masa), mewanti wantiku tuk lebih berhati hati
. 📷Ning @samiya_attarmasie

Majalah Santri Nusantara (@majalahsantri)

لَا تَنْـزِلُ رَحْمَـةُ عَلٰى قَـوْمٍ فِيْـهِمْ قَاطِعُ رَحِيْـمٍ
"Tidak akan diturunkan rahmat atas kaum yang didalamnya terdapat orang yang memutus silaturrahim"
(HR. Imam Muslim)
.
.
.
@kh.anwarzahid
@islam.id_

Majalah Santri Nusantara (@majalahsantri)

From @serambialmanshur “Aku tidak takut do'aku ditolak, tapi yang lebih aku takutkan bila aku tidak diberi hidayah untuk berdo'a.”
.
Sayyidina Umar R.A . .
.

#serambialmanshur
#alasantri
#majalahsantri
#wonosobozone
#wonosobohitz
More...