Ahok Lovers (@forever_ahok) [similar]

AHOK DJAROT LOVERS. ANTI HOAX. Hastag #saveahok #kamiahok #tetapahok HATERS=BLOCK

Ahok Lovers (@forever_ahok)

Tak Lagi Tayangkan Video Rapat, Transparansi di Pemprov DKI Menurun

Kamis, 14 Desember 2017 | 20:49 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Koordinator Indonesia Corruption Watch (ICW) Adnan Topan Husodo menyebut, kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyetop mengunggah video rapat di Youtube adalah sebuah kemunduran. "Sebenarnya, publik mengharapkan level transparan yang tinggi, level akuntabilitas yang juga tinggi. Jadi ini (kebijakan menyetop mengunggah video rapat) adalah kemunduran," ujar Adnan saat dijumpai di bilangan Jakarta Selatan, Kamis (14/12/2017). Apalagi, Pemprov DKI Jakarta mengelola anggaran yang sangat besar. Pemprov DKI juga memiliki status khusus sebagai ibu kota negara di mana letak pusat kekuasaan dan banyak kepentingan di dalamnya.

Hal-hal yang melekat pada Jakarta tersebut, lanjut Adnan, seharusnya membuat proses pengambilan keputusan di Pemprov DKI Jakarta dibuat setransparan mungkin. "Dari situlah (video rapat) publik bisa mengetahui sebenarnya pemerintah sedang membahas apa sih. Apakah ada negosiasi terselubung atau tidak," ujar Adnan. "Kan yang berbahaya rapat itu menjadi media bagi kelompok kepentingan untuk melakukan negosiasi secara ilegal dengan pejabat publik. Makanya memang seharusnya dibuka. Nah bentuk keterbukaan itu dengan mengunggah video rapat di Youtube," lanjut dia.

Soal alasan bahwa masyarakat masih bisa mengakses video rapat dengan cara mengirim surat terlebih dahulu, publik, lanjut Adnan, seharusnya juga tidak dapat mentolerirnya.

#saveahok #kamiahok #tetapahok #ahok #temanahok #djarotsaifulhidayat #tetapahokdjarot #ahokdjarot #kamiahokdjarot #ahoklovers #basukibtp #basukidjarot #basukitjahajapurnama

Ahok Lovers (@forever_ahok)

Jokowi minta Anies segera 'action' atasi banjir di DKI

15 Desember 2017 12:41

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo meminta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan segera mengatasi banjir ibu kota. Sejumlah pekerjaan pun diminta Jokowi agar segera dieksekusi Anies. Diantaranya, drainase di kampung-kampung agar dibersihkan. "Kita harapkan juga pemerintah provinsi ini (Jakarta) mengerjakan hal-hal yang berkaitan dengan banjir itu, drainase di kampung-kampung semuanya harus dibersihkan," ujar Jokowi saat meninjau pembangunan Waduk Sukamahi di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (15/12). Tak hanya itu, Jokowi juga meminta Anies untuk menambah waduk agar mampu menampung air. Aliran sungai pun ia minta agar segera dibersihkan. "Plus kalau bisa tambah waduk-waduk di Jakarta. Itu sudah akan sangat mengurangi. Jadi Waduk Sunter, Waduk Pluit, Waduk Melati, Waduk Setiabudi semuanya harus dikerjakan, dibersihkan terus," tegas Jokowi.

Banyak pekerjaan yang diminta Jokowi untuk dikerjakan Anies. Selain tiga langkah di atas, Jokowi meminta mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu agar segera merampungkan pengerjaan sodetan yang menghubungkan Sungai Ciliwung dengan Kanal Banjir Timur. Hal itu dinilai mampu mengatasi banjir Ibu Kota.

Jokowi sendiri meninjau pembangunan Waduk Sukamahi dan Waduk Ciawi di Kabupaten Bogor sebagai upaya penanggulangan bencana banjir di Jakarta dari wilayah hulu. Upaya itu dinilai mampu mengurangi laju debit air yang masuk ke Jakarta sebesar 30 persen. "Pusat mengerjakan, pemerintah provinsi mengerjakan. Semuanya harus kerja, semuanya konsisten mengerjakan itu, Insya Allah akan menyelesaikan banyak persoalan banjir di Jakarta," tandas Jokowi seperti diberitakan Antara.

#banjirjakarta #jakarta #saveahok #kamiahok #tetapahok #ahok #temanahok #djarotsaifulhidayat #tetapahokdjarot #ahokdjarot #kamiahokdjarot #ahoklovers #basukibtp #basukidjarot #basukitjahajapurnama

Ahok Lovers (@forever_ahok)

Stop Unggah Video Rapat, Anies-Sandi Dinilai Belum Siap Dikontrol Masyarakat

Rabu, 13 Desember 2017 | 20:11 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Direktur Lembaga Pemilih Indonesia Boni Hargens mengkritik kebijakan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Sandiaga Uno yang tidak mengunggah video rapat bersama jajarannya ke YouTube. "Berarti mereka belum siap atas kontrol langsung oleh masyarakat, transparansi. Mereka belum siap dengan pengambilan keputusan yang terbuka," ujar Boni saat dijumpai wartawan di bilangan Semanggi, Jakarta Selatan, Rabu (13/12/2017). Boni sekaligus heran dengan alasan kebijakan tersebut, yaitu khawatir dijadikan meme serta berpotensi memecah masyarakat.

Menurut Boni, seharusnya Anies-Sandi tidak perlu khawatir video itu dijadikan meme jika apa yang menjadi substansi rapat benar-benar pro rakyat. Artinya, meme tidak akan muncul jika kebijakan yang dihasilkan dalam rapat tersebut baik untuk rakyat Ibu Kota. "Tidak akan ada meme kalau mereka kerja benar. Artinya, mereka ada kelemahan dan mereka enggak mau itu dibuka. Itu saja. Menurut saya itu justru pengakuan memang mereka itu punya kelemahan," ujar Boni.

Boni melanjutkan, banyak kebijakan maupun pernyataan Anies-Sandi yang tak mencerminkan prinsip-prinsip pemerintahan yang transparan dan akuntabel.

Ia yakin kepercayaan masyarakat terhadap pemerintahan Anies-Sandi bakal turun dari waktu ke waktu. "Sebab, orang itu mengejar kinerja. Makanya kelihatan sekarang mereka (Anies-Sandi) resisten, defensif, dan coba merasionalisasi. Tapi caranya salah. Citra mereka justru tergerus jika semakin berupaya membela diri. Lebih baik jujur saja bilang, kami belum siap," ujar Boni.

Diberitakan, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno tak lagi mengunggah video rapat ke YouTube. Alasannya, Anies-Sandi tidak mau video-video itu dijadikan meme oleh netizen. "Kalau itu digunakan untuk dijadikan meme, videonya diedit-edit, baik oleh yang mendukung kami atau yang belum mendukung, akhirnya jadi perpecahan," ujar Sandiaga, Minggu (10/12/2017). Sandiaga berkaca pada video rapat pertamanya yang diunggah di YouTube. Video itu malah jadi ajang netizen pendukung atau kontra Anies-Sandi untuk saling ejek.

#ahok

Ahok Lovers (@forever_ahok)

Djarot: Ahok Minta Dibawakan Durian ke Mako Brimob

Oleh Devira Prastiwi pada 12 Des 2017, 15:41 WIB

Liputan6.com, Jakarta - Djarot Saiful Hidayat mengaku masih sering menemui rekannya, mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok di Penjara Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat.

Namun ada yang unik tiap ia menjenguk Ahok. Menurut Djarot, Ahok 'ngidam' durian sehingga kadang meminta kepada penjaga penjara. "ia (Ahok) suka duren (durian), kalau ada apa-apa penjaganya ngomong dia minta bawa duren," ucapnya di Wisma Kinasih, Jalan Tapos, Depok, Jawa Barat, Selasa (12/12/2017). Djarot belum punya rencana apakah akan mengunjungi Ahok di hari perayaan Natal, 25 Desember mendatang. Ia mengaku belum lama ini sudah bertemu Ahok. "Nanti kita lihat, kalau ada waktu saya ke sana. Tapi saya dua minggu sebelum ini (sudah ke sana) kemudian ya makan durian biasa. Tapi (Ahok) sehat dan tetap semangat," Djarot menutup.

Majelis Hakim PN Jakarta Utara menjatuhkan hukuman 2 tahun penjara terhadap Ahok. Vonis ini lebih tinggi dari tuntutan JPU, yakni 1 tahun penjara dengan hukuman percobaan selama 2 tahun.

Djarot menuturkan Ahok semakin segar selama di penjara. Ahok kini rajin berolahraga. "Ya gimana enggak segar, dia (Ahok) olahraga," ujar Djarot .

Lebih Berotot

Mantan Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat mengaku masih sering menemui Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat. Menurutnya, Ahok kini memiliki tubuh berotot. "Pak Ahok sekarang berotot dia, rajin olahraga," ujar Djarot di Wisma Kinasih, Jalan Tapos, Depok, Jawa Barat, Selasa (12/12/2017). Tak hanya itu, menurut Djarot, aktivitas sehari-hari Ahok diisi dengan menulis dan menandatangani buku miliknya yang dijual terbatas. "Sehat, sabar. Dua minggu lalu ketemu Pak Ahok, Ini punya waktu menulis, sehari bisa dua tiga lembar, jawab surat-surat, sibuk untuk menandatangi buku yang dijual terbatas," ucapnya.

Djarot pun sempat bercanda jika saat ini Ahok kaya karena menandatangani buku miliknya yang edisi terbatas dan dalam bentuk hard cover. "Ahok Di mata Mereka, kan ada yang dijual terbatas, hard cover, nah dia sibuk tandatangani itu," jelas Djarot.

#ahok

Ahok Lovers (@forever_ahok)

Cerita Djarot Jenguk Ahok di Rutan: Dia Sehat dan Makan Durian

Zunita Amalia Putri - detikNews

Jakarta - Mantan Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat menjenguk Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di rutan Mako Brimob. Djarot mengatakan Ahok dalam kondisi sehat dan bugar. "Ya dia sehat kemudian olahraga terus. Dua minggu yang lalu saya ketemu sama Pak Ahok dan sekarang punya waktu untuk menulis, sehari bisa 2 sampai 3 lembar," kata Djarot di kantor DPP PDIP, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Selasa (12/12/2017). Selain berolahraga, lanjut Djarot, kegiatan Ahok selama di rutan Mako Brimob adalah menandatangani buku berjudul 'Ahok di Mata Mereka'. Bahkan Ahok juga menikmati santapan favoritnya di sana. "Dia sibuk menandatangani buku yang dijual secara terbatas. Saya selalu ke sana (rutan Mako Brimob) tapi dua minggu sebelum ini kemudian dia makan durian biasa. Jadi sehat dan tetap semangat," kata Djarot.
Kedekatan Djarot dengan Ahok terjalin saat keduanya memimpin DKI Jakarta. Posisi Ahok sebagai Gubernur DKI dan Djarot adalah wakilnya.
Dalam Pilgub DKI 2017 keduanya kembali berpasangan dengan dukungan PDIP, Golkar, NasDem, Hanura, dan PPP.
Saat Ahok divonis hukuman dua tahun penjara atas kasus penistaan agama, Djarot naik sebagai gubernur untuk menggantikannya hingga Oktober 2017.

#saveahok #kamiahok #tetapahok #ahok #temanahok #djarotsaifulhidayat #tetapahokdjarot #ahokdjarot #kamiahokdjarot #ahoklovers #basukibtp #basukidjarot #basukitjahajapurnama

Ahok Lovers (@forever_ahok)

SEDANGKAN ORANG-ORANG INDONESIA PALING BANYAK PAKAI FACEBOOK, INSTAGRAM, WHATSAPP, GOOGLE, YOUTUBE, DAN ANDROID YANG MERUPAKAN MILIK ORANG-ORANG YAHUDI, DAN TWITTER SERTA IPHONE YANG MERUPAKAN MILIK ORANG AMERIKA. BAHKAN CARI MAKAN LEWAT SEMUA MEDIA SOSIAL TERSEBUT.
YAKIN NIH MAU BOIKOT?
Hahahahahaaa 😂😂😂😂
Massa HMI Demo Desak Indonesia Boikot Produk Amerika dan Israel

Selasa, 12 Desember 2017 | 11:10 WIB

MAJENE, KOMPAS.com - Puluhan aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) cabang Majene, Sulawesi Barat, menggelar aksi unjuk rasa mengecam pernyataan Presiden Amerika Donald Trump yang mengakui Jerusalem sebagai ibu kota Israel. Aksi unjuk rasa dipusatkan di tugu pahlawan Kota Majene, Selasa (12/12/2017). Selain menolak Jerusalem ditetapkan sebagai ibu kota Israel, massa HMI juga menyerukan agar Indonesia keluar dari Perserikatan Bangsa-bangsa sebagai bentuk kekecewaan terhadap sikap pemerintah Amerika. “Kami mendesak pemerintah dalam hal ini Presiden Jokowi agar Indonesia keluar dari PBB karena lembaga tersebut tak mampu menjadi jembatan perdamaian dunia,” jelas Ramli, koordinator aksi.

Selain itu, massa yang terdiri dari berbagai perguruan tinggi di Majene ini menuntut agar Indonesia memboikot seluruh produk Amerika dan Israel. Mereka juga menuntut agar Indonesia memutus hubungan diplomatik dengan kedua negara tersebut.

Di akhir aksi, puluhan massa ini membubuhkan tanda tangan ke kain putih sebagai bentuk dukungan terhadap Palestina.

Polisi yang mengamankan aksi unjuk rasa juga ikut tanda tangan mendukung kemerdekaan Palestina.

#saveahok #kamiahok #tetapahok #ahok #temanahok #djarotsaifulhidayat #tetapahokdjarot #ahokdjarot #kamiahokdjarot #ahoklovers #basukibtp #basukidjarot #basukitjahajapurnama

Ahok Lovers (@forever_ahok)

Warga Tebet: Zaman Ahok Enggak Sampai Masuk ke Rumah Begini, Ganti Gubernur Malah Jadi Banjir

Senin, 11 Desember 2017 17:45 WIB

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Hujan disertai angin kencang yang melanda kawasan Jakarta sejak Senin (11/12/2017) siang hingga sore, mengakibatkan pohon tumbang, dahan pohon patah, genangan, banjir, serta kemacetan di beberapa titik.

Badan Penanggulangan Bencana Provinsi (BPBD) DKI Jakarta melaui akun twitter-nya memberitakan, hujan disertai angin kencang dan kilat serta petir ini, memiliki intensitas sedang hingga lebat, yang dimulai dari pukul 14.00 WIB dan diprediksi terus terjadi hingga pukul 17.30 WIB.

Masih berdasarkan akun twitter BPBD DKI Jakarta, beberapa wilayah yang diguyur hujan diantaranya Tanah Abang, Menteng, Senen, Johar Baru, Cempaka Putih, Cakung, Pulogadung, Jatinegara, Duren Sawit, Kramatjati, Pasar Rebo, Ciracas, Cipayung, Pasar Minggu, Pancoran, tebet, Setiabudi, Mampang, Kebayoran, Cilandak, dan Pesanggrahan.

Hujan diprediksi bisa meluas ke daerah lainnya seperti Kemayoran, sawah Besar, Gambir, dan wilayah lainnya.

Kondisi terowongan Dukuhatas, Jakarta Pusat, yang banjir dan lumpuh, Senin (11/12/2017). (Wartakotalive.com/Theo Yonathan Simon Laturiuw)

Berdasarkan Pantauan Warta Kota, salah satu kejadian dahan pohon patah terdapat di Taman Honda, Tebet, Jakarta Selatan. "Sekitar pukul dua siang, bukan tumbang, tapi cuma dahan pohon patah aja. Tadi sempat macet tapi sudah kita tangani," kata Sugeng, personel PPSU Kelurahan Tebet Timur.

Kejadian dahan pohon patah juga terjadi di Jalan Minangkabau, Pasar Manggis, Setiabudi, Jakarta Selatan.

Saat Warta Kota tiba di lokasi sekitar pukul 15.00, personil PPSU Kelurahan Pasar Manggis yang ada di tempat kejadian hanya dua orang, dan belum tertangani. "Temen-temen belum pada tiba, baru berdua aja. Tunggu tim dulu baru dibereskan," kata Arik, personel PPSU Pasar Panggis.

Dahan pohon yang tumbang di Jalan Minangkabau ini tidak mengakibatkan kemacetan di sekitarnya, karena volume kendaraan yang melewati jalan tersebut saat itu sedang sedikit.

#saveahok #kamiahok #tetapahok #ahok #temanahok #djarotsaifulhidayat #tetapahokdjarot #ahokdjarot #basukitjahajapurnama

Ahok Lovers (@forever_ahok)

KPK: Jakarta Sudah Transparan soal Anggaran Saat Zaman Ahok

Zunita Amalia Putri - detikNews

Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menilai DKI Jakarta merupakan salah satu daerah yang sistem anggarannya sudah transparan saat Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menjabat Gubernur DKI Jakarta. Sebab, saat itu anggaran yang janggal dapat terdeteksi. "Jakarta sebetulnya sudah transparan waktu zaman Ahok. Dia (Ahok) bisa tahu nih, 'loh kenapa anggaran ini muncul' yang tiba-tiba muncul anggaran UPS (uninterruptible power supply)," ujar Wakil Ketua KPK Alexander Marwata kepada wartawan di Djakarta Teater, Jalan MH Thamrin, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (8/12/2017). Menurut Alex, dalam menyusun anggaran suatu daerah, diperlukan adanya e-planning dan e-budgeting. Hal itu dimaksudkan untuk meminimalkan negosiasi yang berujung penyelewengan dana. "Makanya pentingnya e-planning dan e-budgeting, kita harapkan untuk penyusunan anggaran transparan. Masyarakat bisa mengikuti. Kita dorong e-budgeting karena supaya proses negosiasi yang berujung pada perencanaan yang nggak benar itu bisa terhindari," jelasnya.

Alex kemudian menyoroti beberapa daerah lain yang anggarannya telah transparan. "Saya pikir beberapa daerah yang cukup bagus (transparansi anggarannya adalah) Surabaya, Semarang, Makassar," tuturnya.

#saveahok #kamiahok #tetapahok #ahok #temanahok #djarotsaifulhidayat #tetapahokdjarot #ahokdjarot #kamiahokdjarot #ahoklovers #basukibtp #basukidjarot #basukitjahajapurnama

Ahok Lovers (@forever_ahok)

Nggak apa-apa KJP macet, yang penting dapat tiket masuk surga.
"Dulu KJP Lancar, Sekarang Kok Macet, Ya?"
Jumat, 8 Desember 2017 | 13:54 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Sejumlah orangtua pemegang Kartu Jakarta Pintar mengeluhkan dana yang macet dan berkurang jumlahnya. Ketika Kompas.com berkunjung ke Rusun Kebon Kacang pada Jumat (8/12/2017), banyak dari warga yang mengaku tak dapat uang bulanan penuh.
Mama Intan, misalnya. Pedagang minuman dan makanan ini mengandalkan saldo bulanan di KJP anaknya untuk belanja. "Saya dapat Rp 80.000," ujar Mama Intan.

Padahal, biasanya, uang KJP yang diterima anaknya yang bersekolah di SDN Kebon Kacang 05 Rp 100.000 setiap bulannya. Beruntung anaknya tak perlu uang transpor untuk ke sekolah karena lokasinya dekat. "Akhirnya saya pakai buat beli beras sama telur saja, enggak cukup buat beli daging. Biasanya mah beli," kata Mama Intan.

Masalah yang sama juga dialami ibu-ibu di Jalan Kampung Bali XXVIII. Di pojok gang, para ibu mengeluhkan KJP yang semakin sulit.

Salah satunya Evi yang punya dua anak yang bersekolah di SDN Kampung Bali 07. Ia mengaku hingga Jumat ini, saldo di KJP anaknya belum juga bertambah. "Dulu KJP lancar, sekarang kok macet ya? Padahal, sudah tanggal 8 ini. Biasanya paling telat tanggal 5 sudah turun duitnya," kata Evi.

Selain uang bulanan KJP yang belum turun, Evi mengeluhkan uang per enam bulan yang dicairkannya Juni lalu. Mestinya anaknya mendapat Rp 600.000, tetapi saldo yang tertera saat itu hanya Rp 300.000.

Karena belum pernah terjadi sebelumnya, Evi mengira ada masalah pada rekening anaknya. Ia pun ke Bank DKI untuk menanyakan kekurangan saldo ini. "Kata orang bank ternyata semua juga gitu. Katanya uangnya ditahan enggak diturunin, baru bisa diambil nanti pas SMA. Bingung saya enggak ngerti kenapa jadi gini," ujarnya.

Selain saldo KJP yang berkurang dan terlambat, Evi juga mempertanyakan penjualan sembako dan daging murah yang biasa rutin diadakan di RPTRA dekat rumahnya. Menurut dia, sejak Oktober ia tak lagi membeli paket sembako dan daging murah.

#saveahok #kamiahok #tetapahok #ahok #temanahok #djarotsaifulhidayat #tetapahokdjarot #ahokdjarot #kamiahokdjarot #ahoklovers #basukibtp #basukidjarot

Ahok Lovers (@forever_ahok)

3 Prestasi Ahok yang Bikin Takjub Dunia

Oleh Muhammad Ali pada 06 Des 2017, 15:05 WIB

Liputan6.com, Jakarta - Sejumlah prestasi telah diukir Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. Kesuksesan itu tak hanya diakui dalam kancah nasional, dunia internasional juga memberikan sejumlah penghargaan.

Dalam tingkat nasional, deretan penghargaan telah disabet mantan Bupati Belitung tersebut. Penghargaan itu diberikan dari beragam instansi, mulai dari KPK, Bappenas dan LKPP, hingga PT Telkom Indonesia.

Tak hanya nasional, prestasi Ahok juga disorot dunia. Penghargaan teranyar datang dari hasil pilihan majalah Foreign Policy. Dalam daftarnya, nama mantan Gubernur DKI Jakarta masuk dalam Global reThinkers 2017 yang berisi para pemimpin terkemuka dan intelektual dunia.

Prestasi tersebut tak hanya kali ini saja diraih. Ahok sebelumnya juga pernah menerima penghargaan lain yang juga berasal dari luar negeri. Apa saja? Berikut ulasannya.

1. Bangun Ketahanan Kota

Berkat usaha Ahok dalam membangun ketahanan kota, Jakarta menjadi salah satu finalis dari kota-kota dunia yang diajak bergabung dalam jaringan 100 Resilient Cities atau 100 RC. Kota-kota itu nantinya akan bergabung dengan komunitas global.

100 RC merupakan sebuah program yang dipelopori The Rockefeller Foundation yang bercita-cita membantu kota di seluruh dunia dalam meningkatkan ketahanan dalam menghadapi tantangan sosial, ekonomi, dan fisik.

Hal tersebut disampaikan Deputi Gubernur DKI Jakarta bidang Lingkungan Hidup dan Tata Ruang, Oswar Mungkasa dalam keterangan tertulis, Kamis, 26 Mei 2016.

Manfaat yang bisa diraih dari program itu, Jakarta diberikan kemudahan dalam mengakses beragam fasilitas. Di antaranya berupa perangkat, pendanaan, sumbangan keahlian teknis dan berbagai sumber daya lainnya. Semua itu dimaksudkan untuk membangun ketahanan kota dalam menghadapi tantangan era abad ke-21.

Saat ini, separuh dari pupulasi manusia mendiami daerah perkotaan. Jumlah itu diperkirakan akan meningkat menjadi 70 persen pada 2050.

Akibatnya, permasalahan kota akan semakin kompleks, terutama saat menghadapi pertumbuhan populasi yang semakin pesat. Selain itu, bencana alam juga akan mengintai akibat ulah mereka sendiri.

Ahok Lovers (@forever_ahok)

Pelayanan Publik Pemprov DKI Era Ahok Masuk Predikat Baik

Gloria Safira Taylor , CNN Indonesia

Selasa, 05/12/2017 15:09

Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah Provinsi DKI Jakarta masuk zona hijau pelayanan publik dalam penilaian Ombudsman. Pemprov DKI juga punya produk pelayanan publik sebanyak 1790 dan menjadi yang terbanyak dari empat provinsi yang masuk penilaian Ombudsman ini.

Ombudsman membagi kategori zona dengan warna terkait produk pelayanan publik pemerintah daerah. Zona hijau merupakan predikat baik, zona kuning predikat sedang, dan zona merah predikat rendah.

Komisioner Ombudsman Adrianus Meliala mengatakan, penilaian tersebut merupakan hasil dari peninjauan yang dilakukan pihaknya selama Mei hingga Juli 2017 atau saat Pemprov DKI masih dipimpin Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Djarot Saiful Hidayat.

Salah satu yang membuat Pemprov DKI saat itu terbaik dalam masalah pelayanan publik adalah dengan dibuatnya Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan sistem komputerisasi.
Adrianus mengaku tidak bisa memungkiri predikat zona hijau ini merupakan lonjakan besar bagi Pemprov DKI. "Dalam hal ini Pemprov DKI meningkat cepat pada eranya Ahok dan Djarot, kemudian jasa-jasa itu dibuat dengan pelayanan terpadu satu pintu dan dilakukan komputerisasi pada setiap layanan," kata Adrianus di Balai Kartini, Jakarta Pusat, Selasa (5/12). Adapun selain Pemprov DKI, jumlah produk layanan publik terbanyak lainnya berturut-turut, yakni Pemprov Sumatera Utara 63 produk, Nusa Tenggara Timur 60 produk, dan Jawa Barat 57 produk.

Perbedaan yang jauh tersebut dengan tiga provinsi lain itu karena Jakarta memang sumber masalah. Namun hal tersebut dapat sedikit-sedikit mengalami perubahan di zaman Ahok-Djarot. "Karena memang di Jakarta ini kan sumber segala macam masalah misalnya adalah orang asing, di Jakarta memiliki pelayanan orang asing terlengkap mulai dari pembuatan dokumen di Jakarta ada," ujarnya.

#saveahok #kamiahok #tetapahok #ahok #temanahok #djarotsaifulhidayat #tetapahokdjarot #ahokdjarot #kamiahokdjarot #ahoklovers #basukibtp #basukidjarot #basukitjahajapurnama

Ahok Lovers (@forever_ahok)

Ahok Masuk Daftar Global reThinkers 2017

Oleh Elin Yunita Kristanti pada 05 Des 2017, 23:19 WIB

Liputan6.com, Washington, DC - Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok masuk dalam daftar Global reThinkers 2017.

Nama-nama yang masuk dalam daftar 'Pemikir Ulang Global' 2017 tersebut adalah para pemimpin terkemuka dan intelektual dunia hasil pilihan majalah Foreign Policy dari Amerika Serikat. "Tahun ini, Foreign Policy dengan bangga mempersembahkan Global reThinkers -- para legislator, teknokrat, komedian, advokat, pengusaha, pembuat film, presiden, provokator, tahanan politik, periset, ahli strategi, dan visioner -- yang secara bersama-sama menemukan cara yang luar biasa, tak hanya untuk memikirkan kembali dunia kita yang baru dan aneh ini, tapi juga membentuknya kembali. Mereka adalah orang-orang yang bertindak, yang mendefinisikan 2017," demikian dikutip dari situs Foreign Policy.

Selain Ahok sejumlah nama-nama besar dunia masuk dalam daftar. Ada Presiden Korea Selatan Moon Jae-in, Presiden Prancis Emmanuel Macron, Presiden Gambia Adama Barrow, juga Dubes AS untuk PBB, Nikki Haley.

Ada pula dalam daftar mantan tangan kanan Donald Trump, Steve Bannon; prajurit transgender yang membocorkan rahasia AS, Chelsea Manning; seniman Ai Wei Wei; juga Leila de Lima, senator Filipina yang menjadi pengkritik terdepan Presiden Rodrigo Duterte. "Untuk tetap berdiri di tengah fundamentalisme yang sedang bertumbuh di Indonesia," demikian alasan Foreign Policy memilih Ahok.

Dalam narasinya, associate editor di Foreign Policy, Benjamin Soloway menyebut, saat terjun ke dunia politik di Jakarta pada 2012, Ahok tak sesuai dengan profil politikus pada umumnya. "Ia bermulut tajam, keturunan Tionghoa, dan seorang Protestan di negara berpenduduk mayoritas Muslim terbesar di dunia," kata Soloway.

Pada awalnya, dia menambahkan, latar belakang Ahok tak menjadi masalah. Namun, situasi berbalik pada 2017.

#saveahok #kamiahok #tetapahok #ahok #temanahok #djarotsaifulhidayat #tetapahokdjarot #ahokdjarot #kamiahokdjarot #ahoklovers #basukibtp #basukidjarot #basukitjahajapurnama

Ahok Lovers (@forever_ahok)

Dunia Akui Kinerja Ahok, Ini Respons Keluarga

Oleh Rita Ayuningtyas pada 06 Des 2017, 11:49 WIB

Liputan6.com, Jakarta - Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok mendapat pengakuan dunia atas kinerjanya.

Nama Ahok masuk di antara para pemimpin terkemuka dan intelektual dunia hasil pilihan majalah Foreign Policy dari Amerika Serikat. Ahok saat ini tengah menjalani masa tahanan di Rutan Mako Brimob, Kelapa Dua Depok, Jawa Barat.

Bagaimana respons keluarga Ahok soal pengakuan ini?

Adik Ahok, Fifi Lety Indra, hanya memberi respons singkat soal ini. "Maaf, no comment," ujar Fifi dalam pesan singkatnya kepada Liputan6.com, Jakarta, Rabu (6/12/2017). Menurut dia, percuma memberikan komentar banyak soal ini. Terlebih, ketika sebagian warga Indonesia tidak mengakui kinerja Ahok. "Percuma juga kan di Indonesia dimasukkan ke penjara," kata Fifi.

Yang Menonjol soal Ahok

Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok masuk dalam daftar Global reThinkers 2017.

Selain Ahok, sejumlah nama besar dunia masuk dalam daftar. Ada Presiden Korea Selatan Moon Jae-in, Presiden Prancis Emmanuel Macron, Presiden Gambia Adama Barrow, juga Dubes AS untuk PBB Nikki Haley.

Ada pula dalam daftar mantan tangan kanan Donald Trump, Steve Bannon; prajurit transgender yang membocorkan rahasia AS, Chelsea Manning; seniman Ai Wei Wei; juga Leila de Lima, senator Filipina yang menjadi pengkritik terdepan Presiden Rodrigo Duterte. "Untuk tetap berdiri di tengah fundamentalisme yang sedang bertumbuh di Indonesia," demikian alasan Foreign Policy memilih Ahok.

Dalam narasinya, associate editor di Foreign Policy, Benjamin Soloway menyebut, saat terjun ke dunia politik di Jakarta pada 2012, Ahok tak sesuai dengan profil politikus pada umumnya. "Ia bermulut tajam, keturunan Tionghoa, dan seorang Protestan di negara berpenduduk mayoritas Muslim terbesar di dunia," kata Soloway.

Pada awalnya, dia menambahkan, latar belakang Ahok tak menjadi masalah. Namun, situasi berbalik pada 2017.

#saveahok #kamiahok #tetapahok #ahok #temanahok #djarotsaifulhidayat #tetapahokdjarot #ahokdjarot #kamiahokdjarot #ahoklovers #basukibtp #basukidjarot #basukitjahajapurnama

Ahok Lovers (@forever_ahok)

Pak Ahok @basukibtp membantu warga yang dipersulit lurah dalam mengurus masalah tanah.
Bisa bayangkan kalau gubernur nggak turun tangan langsung?

#edisikangenahok #saveahok #kamiahok #tetapahok #ahok #temanahok #djarotsaifulhidayat #tetapahokdjarot #ahokdjarot #kamiahokdjarot #ahoklovers #basukibtp #basukidjarot #basukitjahajapurnama
More...