Badminton News Flash[BNF] (@badminton_newsflash) [similar]

UPDATE TERBARU BULUTANGKIS INDONESIA DAN LUAR NEGERI. KRITIS TAPI NO BULLY😎 PP, ENDORSE , DM! MAJU TERUS ATLET2 INDONESIA 💪💪💪 SEMANGAT!!!

Badminton News Flash[BNF] (@badminton_newsflash)

Ganda Putri targetkan "hujan" prestasi tahun 2020

Nomor ganda putri pemusatan latihan Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI), menargetkan para pemainnya bisa "hujan" prestasi pada tahun 2020.
.
"Target hujan prestasi ganda putri, saya prioritaskan akan terjadi pada 2020 dan puncaknya di Tokyo nanti saat Olimpiade musim panas di sana pada tahun yang sama," kata kepala pelatih ganda putri pelatnas PBSI Eng Hian saat dihubungi dari Jakarta, Sabtu.

Target itu, sebenarnya merupakan hasil dari ketertundaan target yang dicanangkan 2016, bertepatan dengan Olimpiade Rio de Janeiro, saat Greysia Polii masih dipasangkan dengan Nitya Krishinda Maheswari, dan sedang berada di puncak penampilannya. Akan tetapi hal itu urung terlaksana karena cedera yang mendera Nitya dan pasangan tersebut terpaksa batal bertarung di Rio.
.
Akhirnya, pasangan tersebut-pun terpaksa "diceraikan" dan kini dipasangkan dengan partner baru masing-masing. Sementara Greysia berpasangan dengan pemain junior Apriyani Rahayu, adapun Nitya berduet dengan Yulfira Barkah.
.
Ganda putri-pun kini mengandalkan duet Greysia/Apriyani yang dalam beberapa turnamen menjadi kuda hitam, bahkan memperoleh gelar juara. Akan tetapi, meski sudah ada pasangan yang jadi andalan baru sehingga membuka peluang prestasi olimpiade 2020, Eng Hian tak mau terlalu muluk-muluk soal raihan gelar juara.
.
"Kemauannya saya iya ingin medali emas, tapi saya melihat sejarah ganda putri Indonesia. Bagi saya dengan medali perunggu Olimpiade saja, itu sudah mencetak sejarah. Karenanya saya tekankan ke anak-anak raih medali dulu, keluarkan usaha kalian dalam latihan, dan berjuang sebaik-baiknya," ujar Eng Hian.
.
Untuk kesuksesan menggapai target tahun 2020 tersebut, Eng Hian mengaku saat ini tengah mempersiapkan pasukannya dan mencari "ramuan" tepat bagi pasukan ganda putri agar gap kapasitas para pemain tak terlalu jauh dan terus melakukan pemantauan prestasi dalam turnamen-turnamen utama yang menjadi prioritas mereka antara lain, All England, Indonesia Open, Kejuaraan Dunia, Asian Games dan turnamen lainnya.

Lanjut di komentar.

Badminton News Flash[BNF] (@badminton_newsflash)

Susy Susanti soal Wacana Skor 11 Poin dan Aturan Servis
Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI, Susy Susanti, tak sepakat dengan wacana skor baru bulutangkis. PBSI akan bersurat kepada Konfederasi Bulutangkis Asia (BAC).
.
Federasi Bulutangkis Dunia (BWF) mewacanakan untuk mengubah skor pertandingan bulutangkis, dari reli poin 21 menjadi 11 poin dengan sistem best of three. Skor itu kemungkinan besar akan diterapkan pada Olimpiade 2020 Tokyo.
.
"Penerapan skor 11 untuk persiapan Olimpiade 2020, waduh terlalu mepet. Perubahan skor akan memengaruhi permainan, pola main, program latihan dan sebagainya," kata Susy di pelatnas PBSi, Cipayung, Jakarta Timur, Jumat (23/2/2018).
.
"Perubahan skor 15 menjadi 21 saja sampai empat sampai lima tahun penyesuaiannya. Sekarang saat orang sudah menikmati permainan bulutangkis poin 21, diubah lagi aturannya. Kami ingin tahu sebetulnya bulutangkis mau dibawa kemana?" Susy menambahkan.
.
"Bulutangkis sudah populer, kenapa tidak dipertahankan dulu, kalau ada yang kurang, ditambah tapi tidak secara drastis," pemilik emas Olimpiade Barcelona itu menegaskan.
.
Susy juga menuturkan bahwa sistem skor 11 x 5 akan memperpendek durasi permainan, sehingga kita tak akan bisa menikmati seni dan keindahan permainan bulutangkis seperti yang ada di sistem skor sebelumnya.
.
"Akan ada pertemuan dengan BAC bulan depan, kami akan diskusikan dengan negara lain, karena beberapa negara memang keberatan juga, bukan cuma Indonesia. Peran Indonesia juga harus lebih aktif, karena banyak aturan yang sifatnya mendadak dan tidak ada pihak yang bisa menjelaskan secara detil, apa tujuan aturan baru ini?" Susy mengungkapkan.
.
Tahun ini BWF memang membuat cukup banyak perubahan. Pertama, struktur turnamen, batas servis, dan kewajiban pemain elite untuk turun minimal dalam 12 pertandingan dalam setahun.
.
Susy akan meminta penjelasan soal aturan batasan servis yang akan mulai dicoba di All England. Beberapa ketentuan servis ini dinilai Susy masih memiliki kekurangan yang dapat merugikan pemain.
.
Lanjut di komentar

Badminton News Flash[BNF] (@badminton_newsflash)

Taufik Hidayat: Ketika Kamu Juara Olimpiade maka Semua Orang Akan Mengingatmu

Untuk menjadi pemain level dunia bukanlah perkara yang mudah, begitulah kiranya Taufik Hidayat menggambarkan perjuangannya menjadi juara Olimpiade 2004.
.
"Enggak gampang ya untuk (bermain) di level itu (pemain top dunia) apalagi untuk juara," ujar Taufik seperti dikutip BolaSport.com dari Badminton Unlimited.

Mantan tunggal putra andalan Indonesia tersebut mengakui jika medali emas Olimpiade adalah hal yang sangat bergengsi.
.
"Karena untuk ikut Olimpiade saja orang pasti langsung bilang oh ini Olimpian. Tapi untuk jadi juara sesuatu yang dicita-citakan semua orang, atlet di seluruh dunia," kata Taufik menambahkan.

Taufik Hidayat tercatat sukses menjadi pemilik medali emas Olimpiade Athena 2004 setelah menang atas tunggal putra Korea Selatan, Shon Seung-mo.

Namun, bukan perjalanan yang mudah bagi Taufik untuk mendapatkan medali emas Olimpiade.
.
"Dan enggak gampang juga untuk mencapai situ (karena) banyak hambatan-hambatannya," lanjutnya.

Taufik tercatat pertama kali tampil di Olimpiade tahun 2000 dan meraih medali emas di tahun 2004.

Suami Army Dianti Gumelar tersebut juga tercatat menjadi Olimpian pada gelaran Olimpiade 2008 dan 2012.
.
"Kita boleh juara (kejuaraan) yang lain tetapi satu kali kamu juara Olimpiade maka semua orang akan ingat," kata Taufik Hidayat menegaskan betapa berharganya menjadi juara di Olimpiade.

Source: bolasport.com

Badminton News Flash[BNF] (@badminton_newsflash)

Ganda putri tidak prioritaskan prestasi Uber 2018

Nomor ganda putri pemusatan latihan nasional Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) tidak memprioritaskan prestasi di Piala Uber 2018 yang akan digelar di Thailand pada 20-27 Mei mendatang.
.
"Untuk ganda putri sendiri, Piala Uber 2018 bukan prioritas, untuk tahun ini yang utama adalah Asian Games dan turnamen-turnamen perorangan," kata kepala pelatih ganda putri Eng Hian saat dihubungi dari Jakarta, Jumat.

Tidak dijadikannya Piala Uber sebagai prioritas, kata Eng Hian, karena dirinya hanya mengirimkan pemain ke turnamen yang sekiranya bisa memberikan prestasi tertinggi sebagai juara.

Eng Hian menilai peluang tim Indonesia tidak begitu besar di Piala Uber 2018 walau dirinya menegaskan tak meragukan kekuatan pemain-pemain sektor putri terlebih setelah raihan di Kejuaraan Asia Beregu 2018 di Malaysia lalu di mana Indonesia terhenti di semifinal.
.
"Kita lihat kekuatan tim uber kita, kalau jadi juara sangat kecil kemungkinannya, bukan saya underestimate kekuatan kita. Seperti di Kejuaraan Beregu Asia, kalau boleh dibilang seharusnya kita berhasil, tapi ya maksimal kita segitu kita masih di bawah tim elit Asia seperti Jepang, China, Korea Selatan, bahkan India sekalipun," ujar dia.
.
Karena itu, berdasarkan pengamatannya itu, Eng Hian menilai ada sisi baiknya juga untuk menurunkan pemain yang lebih muda ke Piala Uber 2018, yang bisa sekaligus memberikan pengalaman berkompetisi, sementara pemain senior terus digojlok di turnamen-turnamen perorangan.
.
"Kalau memungkinkan saya beri pengalaman turnamen ke pemain yang lebih muda, saya akan lakukan, tapi kembali lagi tergantung pada PBSI. Karena tahu sendiri, di Indonesia kalau tidak juara artinya gagal, ekspektasinya terlalu tinggi, padahal kita harus melihat kapasitas pasukan kita karena untuk mendapatkan gelar juara tahun ini belum lah, lebih baik siapkan untuk generasi berikutnya," ucap dia.

Lanjut di komentar

Badminton News Flash[BNF] (@badminton_newsflash)

Kata Apriyani soal Pencapaian bersama Greysia Sejauh Ini

Apriyani Rahayu mengaku sudah semakin klop dengan pasangannya sekarang, Greysia Polii. Dia juga bersyukur dengan hasil yang diperoleh sampai sejauh ini.
.
Belum genap satu tahun Apriyani dipasangkan dengan Greysia Polii, namun pencapaian keduanya cukup memuaskan. Mereka juga telah mengantongi tiga gelar dalam perjalanannya, yakni di Thailand, Prancis, dan India.
.
"Ya, alhamdulillah jika memang akhirnya seperti itu, ya," kata Apriyani usai latihan di pelatnas Cipayung, Jakarta Timur, Jumat (23/2/2018).
.
"Saya juga tidak tahu, itu kan sudah rencana Allah juga. Kalau kami dikasih begini ya sudah terusin, kenapa tidak? Lebih simple saja."
.
"Saya juga merasa saat ini sudah semakin klop dengan Greysia. Ibaratnya jika kak Greysia sudah banyak makan asam garam, saya sedikit-sedikit sudah mulai merasakannya," ucapnya seraya tertawa.
.
Di All England mendatang, keduanya dipatok bissa meraih gelar juara. Pada babak pertama mereka akan berhadapan dengan pasangan nonunggulan dari Bulgaria, Gabriela Stoeva/Stefani Stoeva. Jika lolos, mereka bisa menghadapi rekan sepelatnas.
.
"Untuk lawan yang akan dihadapi, saya sudah tidak terlalu melihat bagaimana. Intinya siapapun lawannya, meskipun dia banyak pengalaman, ya main saja. Berikan yang terbaik," ucapnya.
.
"Tentu kekurangan masih ada. Seperti ketenangan saat di lapangan karena saya masih sering buru-buru ingin menang. Kemudian juga fokus untuk poin per poinnya," tutur Apriyani.

Source: detikcom
Picture: PBSI

#bulutangkis #gandaputri #strong #INDONESIA #followforfollow #follow4follow #followme #followforlike #likeforfollow
#badminton #badmintonindonesia #amazing #awasome #pray #proud

Badminton News Flash[BNF] (@badminton_newsflash)

Target Ganda Putri di All England: Juara dan Uji Pelapis Greysia/Apriyani

Jakarta - Pelatih ganda putri Eng Hian mematok target juara di All England 2018. Dia sekaligus menguji pelapis Greysia Polii/Apriyani Rahayu.
.
Ganda putri meloloskan tiga pasangan ke All England di Birmingham, Inggris, 14-18 Maret 2018. Mereka adalah Greysia Polii/Apriyani Rahayu, Anggia Shitta Awanda/Ni Ketut Mahadewi Istarani, dan Della Destiara Haris/Rizki Amelia Pradipta.
.
Greysia/Apriyani akan tampil sebagai unggulan keenam. Juara Prancis Terbuka 2017 dan India Terbuka 2018 itu akan menghadapi pasangan nonunggulan dari Bulgaria, Gabriela Stoeva/Stefani Stoeva di babak pertama.
.
Apes buat Indonesia, Greysia/Apriyani berpotensi jumpa sesama wakil Merah Putih di babak perempatfinal. Mereka akan menghadapi Della/Rizki.
.
Pelatih ganda putri pelatnas PBSI, Eng Hiang, tak berfokus kepada drawing. Dia menyiapkan pemainnya sebaik-baiknya.
.
"Yang pasti persiapan kami lakukan untuk mencapai hasil yang diharapkan dan targetkan. Jika ditanya target tentu inginnya juara, termasuk atletnya juga," kata Eng Hian ketika ditemui di pelatnas Cipayung, Jumat (23/2/2018).
.
"Cuma yang saya persiapkan selain untuk teknis, yang tidak kalah penting khususnya Greysia/Apriyani adalah menjaga ekspektasi dia. Jangan sampai mereka over ekspetasi, over percaya diri, atau pun malah sebaliknya jadi under pressure sehingga semua kemampuan tidak keluar," ujarnya kemudian.
.
Sementara untuk dua pasangan lainnya, Didi, panggilan karib Eng Hian, mengatakan lebih kepada mencari pasangan kedua yang solid sebagai pendamping Greysia/Apriyani. Layaknya ganda putri Jepang memiliki empat pasang ganda putri yang rata-rata kekuatannya sama.
.
"Tujuan saya seperti itu mencari pasangan pelapis yang punya prestasi untuk ganda putri, salah satunya untuk Asian Games. Tapi secara globalnya saya ingin punya dua pasang ganda putri yang solid. Nah, saya berusaha memotivasi mereka untuk bisa menembus untuk level selanjutnya," dia menjelaskan.

Lanjut di komentar

Badminton News Flash[BNF] (@badminton_newsflash)

Susy Susanti: Saya Cari Pemain yang Berani Mati di Lapangan
.
Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI Susy Susanti menyatakan dirinya mencari pemain yang berjiwa pejuang dan berani mati di lapangan. Apa yang diungkapkan Susi ini menjadi "sentilan" bagi para pemain yang belum memiliki semangat juang tinggi yang dibutuhkan untuk menjadi jawara bulutangkis.
.
"Karena pertandingan sama perang itu sama, pertandingan itu ajang hidup mati kita, karenanya lawan dulu, di medan perang kita gak tau hasilnya apa sebelum akhir pertempuran," kata Susy saat dihubungi di Jakarta, Kamis (22/02/18). Apa yang diungkapkan Susy ini juga, menjadi "sentilan" bagi para pemain yang belum memiliki semangat juang tinggi yang dibutuhkan untuk menjadi jawara bulu tangkis.
.
"Yang manja bagi saya gak masuk hitungan. Jika ingin juara ya harus bertarung dalam pertandingan, istilahnya dia atau saya yang mati," ujar Susy.
.
Sebagai pemain pelatnas pantang keluar kata menyerah sebelum bertanding, karena menurut peraih medali emas olimpiade Barcelona tersebut, pelatnas PBSI adalah awal tantangan mereka untuk membanggakan Indonesia.
.
"Harus punya mimpi. Sekarang sudah latihan cape-cape, meninggalkan semua, terus mau menyerah ya rugi. Kalo begitu gak usah masuk pelatnas, karena ini adalah awal, PBSI bukan tujuan akhir. Kalau tak ada mimpi jangan harap bisa sukses," ucap istri mantan pebulutangkis Alan Budi Kusuma tersebut.
.
Pemain yang memiliki semangat pejuang tersebut yang menurutnya akan menjadi pilihan utama saat Indonesia bertarung di ajang besar seperti Piala Thomas dan Uber, Asian Games serta Olimpiade, pasalnya dirinya tak mau menurunkan pemain yang berstatus utama, tapi berleha-leha.
.
Karena menurutnya, pemain pelatnas adalah tugas negara, haram hukumnya jika bermain dengan hal tersebut, sehingga harus diperjuangkan hingga batas terakhir dari kemampuannya.
.
"Yang dibutuhkan Indonesia itu yang siap bertarung. Kita ini satria, bukan buat diri sendiri, tapi membawa nama negara, masyarakat Indonesia, ini yang harus disadari. Dan kalau menang-pun mereka akan menikmati juga," tutur Susy menambahkan.

Source: Indosport.com

Badminton News Flash[BNF] (@badminton_newsflash)

Tontowi/Liliyana Ditantang Sampai Final All England

Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir diminta untuk bsia menjejak final All England 2018. Persiapan cukup meyakinkan.
.
Pada kejuaraan All England yang berlangsung 14 -18 Maret, di Birmingham, Inggris, PBSI menurunkan tiga pasang ganda campuran. Selain Praveen Jordan yang kembali disatukan dengan Debby Susanto, dan Haifz Faisal/Gloria Emanuelle Widjaja, Indonesia juga menurunkan Tontowi/Liliyana.
.
Tiga ganda campuran Merah Putih itu telah menjalani latihan sejak Indonesia Master pada Januari 2018. Mereka masih memiliki sisa waktu menuju turnamen (Federasi Bulutangkis Dunia) BWF grade II level II itu.
.
"Persiapan All England sudah mantap. Kami memang menyiapkan pasangan yang masih sama-sama, kecuali Hafiz/Gloria. Dengan aturan yang baru tentu tidak semua pemain turun ke sana," kata asisten pelatih ganda campuran Vita Marissa kepada detikSport.
.
Saat ini disebutkan Vita, kondisi Tontowi/Liliyana sudah bagus. Dalam arti, untuk level dan usia Liliyana yang tidak lagi muda memang dipersiapkan untuk ajang yang prioritas saja.
.
"Jadi tidak diporsir harus 12 turnamen seperti saat muda dulu dan All England ini menjadi salah satu targetnya," ujarnya.
.
Dari hasil undian, ganda campuran berpotensi untuk bentrok di babak kedua. Jika Hafiz/Gloria mampu menang atas pasangan Malasyia Tan Kian Meng/Lai Pei Jing, maka akan bertemu Tontowi/Liliyana di babak selanjutnya.
.
Beruntung, Praveen/Debby yang berada di bagan paling bawah. Sehingga potensi untuk all indonesia final bisa terjadi.
.
"Ya memang seperti itu kondisinya. Kami sih berharap Tontowi/Liliyana bisa terus melaju hingga final. Meski kami juga berkeinginan yang muda bisa menggantikan seniornya," dia menegaskan.

Source: detik.com
Picture: Tribunnews

Badminton News Flash[BNF] (@badminton_newsflash)

Berduet dengan Debby Lagi, Praveen Dituntut Buktikan Kedewasaan di All England

Praveen Jordan kembali berpasangan dengan Debbby Susanto di All England 2018. Asisten pelatih ganda campuran Vita Marissa meminta Praveen tampil lebih dewasa.
.
Praveen dan Debby tampil apik dan keluar sebagai juara All England 2016. Tapi sejak itu laju mereka naik turun.
.
Penampilan Praveen yang naik turun dinilai sebagai penyebab utama inkonsistensi ganda campuran peringkat kedua nasional itu. Praveen kerap membuat kesalahan sendiri hingga menguntungkan lawan.
.
Pelatih ganda campuran pelatnas PBSI, Richard Mainaky, menilai Praveen belum mampu mengontrol diri sendiri. Praveen juga tak lagi lapar gelar juara.
.
makanya, Richard memutuskan untuk menjajal Praveen dan Debby pisah jalan. Praveen bersama Melati Daeva Oktavianti dan Debby berduet dengan Ricky Karanda Suwardi.
.
Perubahan itu rupanya memberi dampak positif bagi kedua pasangan. Bahkan hasil dari beberapa pertandingan cukup memuaskan. Seperti di Indonesia Masters, Praveen/Melati sukses capai semifinal padahal baru dipasangkan.
.
Karena poin hanya memungkinkan Praveen dan Debby tampil bersama di All England, mereka pun dipasangkan lagi. Barisan pelath ganda campuran memiliki target khusus untuk Praveen
.
"Sebenarnya kalau latihan dari dulu tidak masalah, cuma saat tanding yang kadang ada masalah. Kadang non teknis yang lebih banyak ketimbang kejadian teknisnya. Bukan kalah sama lawan, tapi melawan diri sendiri yang sulitnya," kata asisten pelatih ganda campuran Vita Marissa.
.
"Tapi, dengan dia sempat dipisah dari Debby, mungkin pola permainannya bisa beda. Bisa juga dia (mudah-mudahan) semakin dewasa. Tadinya dia berpikir mungkin kalah tidak masalah karena saya masih pemain muda. Nah, diharapkan sekarang dari pola pemikirannya dia bisa matang saja," dia menambahkan.
.
Vita menyebut dia dan kepala pelatih tak bosan-bosannya untuk terus mengingatkan Ucok, panggilan Praveen Jordan, untuk tetap fokus dan mampu menjaga konsentrasi di sepanjang pertandingan.

Lanjut dikomentar.

Badminton News Flash[BNF] (@badminton_newsflash)

Kata Tim Ganda Putra Soal Hasil Undian All England 2018
.
Sektor ganda putra menjadi salah satu sektor andalan Indonesia di ajang bergengsi All England 2018 BWF World Tour Super 1000. Diperkuat pasangan terbaik dunia saat ini, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon, tim ganda putra berpeluang untuk merebut gelar juara, sekaligus mempertahankan titel yang diraih keduanya pada tahun lalu.
.
Selain Kevin/Marcus, ada tiga pasangan ganda putra yang juga bakal bertarung di kejuaraan tertua ini. Mereka adalah Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto dan Angga Pratama/Rian Agung Saputro. Sayangnya, Angga/Rian harus berjumpa Kevin/Marcus di babak pertama. Siapa pun yang akan lolos, kemungkinan bisa bertemu Fajar/Rian di babak kedua.
.
Sementara Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan yang baru saja ‘rujuk’, ada di pool bawah. dan di babak kedua berpeluang untuk berjumpa pasangan Juara Dunia 2017, Liu Cheng/Zhang Nan (Tiongkok).
.
“Hasil undian seperti ini memang merugikan buat tim Indonesia, tetapi namanya undian pasti kita tidak bisa memilih hasilnya seperti apa, kami sih main yang terbaik saja,” ujar Marcus kepada Badmintonindonesia.org.
.
Marcus pun kini tengah dalam kondisi yang tidak seratus persen fit, diutarakannya, cedera bahu kanan yang sempat dialami saat bertanding di semifinal Denmark Open Super Series Premier 2017, kini dirasakannya lagi. Dua pekan lalu, Marcus juga tak dapat turun di ajang Badminton Asia Team Championships 2018 karena mengalami cedera otot perut.
.
“Belum fit seratus persen sih, waktu kemarin latihan, bahu kanan saya agak bunyi. Ini yang dulu pernah kena di Denmark (Open),” katanya saat diwawancara.
.
“Lumayan mengganggu persiapan sih, kalau ditanya optimis atau tidak untuk mempertahankan gelar, kami amini saja, mudah-mudahan bisa pulih secepatnya,” tutur pemain asal klub Tangkas Intiland ini.

Source: PBSI

Badminton News Flash[BNF] (@badminton_newsflash)

PBSI akan Kirim Surat ke BWF, Apa Isinya?

Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI Susy Susanti berencana mengirimkan surat ke Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) dalam waktu dekat.
Susy mengaku, PBSI keberatan dengan regulasi baru soal ketentuan servis yang kini harus dilakukan dengan ketinggian 1,15 meter di atas tanah. Karenanya, PBSI berniat melakukan protes.
.
"Kami akan tulis surat ke BWF. Kami mau tahu secara pasti apa alasannya, karena aturan servis ini sebetulnya sudah puluhan tahun tidak berubah, lalu tiba-tiba diubah seperti ini," kata Susy, Rabu (21/2).
Yang memberatkan lagi, kata Susy, adalah aturan ini diterapkan di event sebesar All England 2018 yang akan berlangsung 14-18 Maret nanti.
.
Susy menilai, jika nanti para atletnya banyak melakukan kesalahan di servis, hal itu jelas akan merugikan Indonesia.
.
"Jelas kami nggak mau dirugikan dengan hal-hal baru seperti ini, karena ada atlet yang punya keunggulan di servis," ujar Susy lagi.
.
Susy bahkan mengatakan bahwa bukan tidak mungkin aturan ini bisa merusak esensi bulu tangkis ke depannya.
.
"Makanya harus kami tanyakan. Harus tahu juga bunyi aturannya seperti apa, ada atau tidak di aturan resmi. Karena hal seperti ini akan merusak permainan," tutupnya. (ISA)

Source: Jawapos

#Susysusanti #bwf #badminton #followme #followforfollow #followforlike
#badminton #bulutangkis #indonesia

Badminton News Flash[BNF] (@badminton_newsflash)

Fitriani Diharapkan Bisa Bikin Kejutan di All England

Jakarta - Fitriani menjadi satu-satunya wakil Indonesia di nomor tunggal putri All England 2018. Dia diharapkan bisa membuat kejutan.
.
Pelatih tunggal putri Minarti Timur menyatakan bahwa Fitriyani, yang kini menempati peringkat 23 dunia, sudah siap sepenuhnya tampil di ajang 14-18 Maret 2018 itu.
.
"Persiapan sudah maksimal. Kepercayaan diri Fitriani juga sudah mulai bertambah, motivasinya juga sudah naik, dia juga percaya diri dengan pola relinya yang sekarang. Jadi sudah lebih baik lah," kata Minarti.
.
Dari hasil undian, di partai awal Fitriani akan menghadapi pemain Malaysia Malaysia Soniia Cheah. Dari head to head, keduanya pernah saling mengalahkan di Korea dan Malaysia.
.
Nah, partai-partai berat kemudian menunggu jika Fitriani lolos dari hadangan pertama. Ada unggulan ketujuh Nozomi Okuhara (Jepang), juga pemain top lain seperti Nitchaon Jindapol atau Pusarla V. Sindhu di babak delapan besar.
.
"Ya bertahap ya satu-satu dulu. All England ini kan tanpa kualifikasi jadi harus benar-benar siap," ujar Minarti.
.
"Tetapi jika model permainan Fitriani seperti kemarin, saat dia bisa menang dengan Chen Yufei (China) kemudian rubber game dengan Akane Yamaghuci pada saat kualifikasi Uber Cup di Malaysia, itu bisa jadi modalnya untuk menaikkan kepercayaan diri. Dan sejak pertandingan Malaysia Masters lalu sebenarnya sudah kelihatan polanya. Walau orang bilang pola permainannya membosankan, reli, tapi itu kelebihan dia. Tinggal waktu dua pekan ini dimatangkan lagi powernya, menaikkan rasa ingin menang, itu yang kami jaga."
.
"Makanya di All England ini saya inginnya dia bisa beri kejutan. Minimal kalahkan deh pemain-pemain elit dunianya. Untuk itu harus siap fokus, mental, keinginan menangnya karena tak tutup kemungkinan mereka pasti bisa," tutur Minarti.

Source: Detikcom

Badminton News Flash[BNF] (@badminton_newsflash)

Cedera dan Aturan Servis Jadi Fokus Kevin/Marcus cs Menuju All England
.
Saat turun di Kejuaraan Bulutangkis Asia Beregu, Marcus tak bsai menyelesaikan tugasnya. Dia dibekap cedera otot perut ringan dan pulang lebih dulu dari ajang yang juga menjadi kualifikasi Piala Thomas itu.
.
Kini, kondisi Marcus membaik. Sang pelatih, Herry Iman Pierngadi, akan menjaga agar Marcus tak dibekap cedera. "Marcus sudah oke. Tidak ada masalah. Justru, tadi tangannya yang ada sedikit masalah. Tapi, ini masih ada tiga pekan, optimistis (untuk sembuh) lah. Tadi (latihan) juga sudah mulai masuk game dan sudah bagus meski belum 100 persen. Tapi sudah oke lah," kata Herry ketika ditemui di pelatnas Cipayung, Jakarta Timur, Rabu (21/2/2018).
.
"Tapi yang terpenting, saat ini buat mereka berdua (Kevin/Marcus) adalah menjaga kondisi agar jangan sampai cedera atau sakit. Itu yang pertama," ujar Herry.
.
"Yang kedua, adalah konsentrasi ke aturan baru BWF soal servis. Karena mereka ini kan sudah main tahunan dan mainnya serperti biasa, sudah berjalan. Tapi ketika ada perubahan dan ini baru pertama kali, ini yang harus kita jaga. Karena jika ada fault tentu akan ada pengaruhnya kepada atlet. Ini yang agak sedikit saya concern," dia menambahkan.
.
Ya, pada sesi latihan yang digelar Rabu pagi, pemain ganda lebih difokuskan kepada penerapan aturan servis yang baru, membatasi ketinggian shuttlecock saat servis dengan maksimal 1,15 meter. Rencananya, bWF akan menerapkan itu pada turnamen All England pada Maret nanti.
.
"Tadi setelah game saya katakan kepada pemain untuk adaptasi lagi servisnya, disesuaikan dengan aturan yang baru. Karena saat latihan tadi ada yang benar, ada yang salah juga. Tadi masih banyak yang tangannya pegang bolanya masih tinggi. Jadi harus diubah," dia menjelaskan.
.
Herry menjelaskan, kondisi perubahan aturan servis ini akan membuat kondisi turnamen All England bakal lebih ramai dari sebelumnya. Hal ini pula yang kemungkinan pemain unggulan bakal tergangemosinya saat di lapangan.

Lanjut di komentar.

Badminton News Flash[BNF] (@badminton_newsflash)

Demi Final Sesama Indonesia di All England, Hendra/Ahsan Lahap Persiapan Khusus
.
Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan mendapatkan porsi latihan khusus menuju All England 2018. Itu demi misi menciptakan all Indonesian final.
.
Penampilan pasangan veteran itu dinilai cukup menjanjikan kendati baru dipasangkan kembali saat India Open lalu. Meski puas, pelatih ganda putra pelatnas PBSI, Herry Iman Pierngadi, khawatir dengan fisik dua pemain tersebut. Bagaimanapun, usia tidak bisa dipungkiri akan berpengaruh pada pola permainan.
.
Ujian terdekat akan dijalani Hendra dan Ahsan di All England pada Maret nanti. Menilik drawing yang dirilis pada Selasa (20/2/2018), hanya Hendra dan Ahsan yang berada pada bagan yang berlawanan dengan tiga pasang ganda putra lainnya.
.
"Kalau kecepatan, saya kira memang sudah tidak bisa tambah karena mereka sudah usia. Paling (mungkin) stamina kami perhatikan untuk menjelang All England ini," kata Herry di pelatnas Cipayung, Rabu (21/2/2018).
.
"Apalagi main di Eropa, bolanya jadi lebih berat. Makanya otot tangannya yang harus kami kuatkan," ujarnya.
.
Selain porsi latihan khusus untuk fisik, Herry juga mengubah cara bermain Ahsan dan Hendra. Lagi, lagi untuk menyiasati usia Ahsan dan Hendra.
.
"Karena tidak bisa Ahsan/Hendra diterapkan bermain yang sama dengan Kevin/Marcus, tidak bisa. Selain karena kecepatan sudah menurun, pola mainnya juga berbeda. Ya, intinya kami lebih banyak menguatkan pertahanan. Lebih ke arah penempatan bola yang efektif dan efisien," Herry mengungkapkan.
.
Herry meminta agar Ahsan dan Hendra bermain seefisien mungkin. Mereka diminta untuk bisa mendapatkan poin dengan hanya 2-3 kali pukulan sehingga tak perlu membuang tenaga.
.
"Sebab, tidak ada istilah di bulutangkis karena reli terpanjang dapat dua poin. Itu tak ada. Jadi menurut saya, mereka mainnya harus lebih taktis karena itu yang mereka memungkinkan. Sebab, penempatan bola mereka lebih matang." Source: detikcom

Badminton News Flash[BNF] (@badminton_newsflash)

Jadwal Yonex All England 2018 dalam waktu Indonesia. • Round 1[14 Maret 2018,pukul 16.00 WIB - 06.00 WIB]
.
• Round 2 [15 Maret 2018,pukul 19.00 WIB-04.00 WIB] •
.
Quarter Final Session 1[16 Maret 2018,pukul 17.00 WIB-22.00 WIB] Session 2 [00.00 WIB-05.00 WIB]
.
• Semifinal : Session 1[7 Maret 2018,pukul 17.00 WIB-22.00 WIB] Session 2 [00.00 WIB-05,00 WIB]
.
• Final [18 Maret 2018 pukul 19.00 WIB-01.00 WIB]

Kalian siap begadang?siap dong ya demi Atlet Indonesia yang berjuang.

Siapin kopi dan cemilan ya,hehee.tapi sayang banget belom ada TV Nasional yang menayangkan.

Semoga @KompasTV masih mau nayangin turnament ini.kalau tidak ya siapin aja kuota internet banyak banyak ya.heheee.

Picture: @jonatanchristieofficial

#allengland #champhion #bulutangkis #indonesia #juara #semangat #strong #likeforlike #likeforfollow #keren

Badminton News Flash[BNF] (@badminton_newsflash)

Praveen Jordan/Debby Susanto Comeback pada All England 2018, Ini Harapan Vita Marissa
.
Kedua pasangan ganda campuran yang telah dipisahkan sejak Januari lalu, Praveen Jordan/Debby Susanto, akan melakukan comeback untuk bermain bersama pada All England 2018, yang digelar di Birmingham, Inggris, 14-18 Maret.
.
Peraih juara All England 2016 itu,sebenarnya telah berpisah dengan alasan untuk penyegaran komposisi skuat yang ada di ganda campuran dan sebagai shock therapy untuk Praveen agar tak merasa terus berada di zona nyaman.
.
Kini, Praveen ataupun Debby kembali bermain di ajang prestisius dan bergengsi tepok bulu karena pasangan ini memiliki cukup ranking untuk berlaga di Birmingham.
.
Jika dipasangkan dengan pasangan terbarunya, Praveen dengan Melati Daeva Oktavianti atau Debby dan Ricky Karanda Suwardi, belum bisa tampil akibat kurangnya poin.
.
"Dulu All England memiliki babak 32 besar dan ada kualifikasi. Kini, hanya ada 22 besar tanpa adanya kualifikasi," kata asisten pelatih ganda campuran nasional, Vita Marissa.
.
"Kenapa kami turunkan Praveen/Debby? karena mereka termasuk pemain yang bisa diandalkan dan memiliki poin untuk berlaga di Inggris," ujar Vita.
.
Vita menilai dengan kembalinya Praveen/Debby, bakal memudahkan dirinya dan Richard Mainaky (pelatih kepala ganda campuran) untuk menentukan komposisi pelapis terbaik untuk ganda campuran andalan Indonesia, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir.
.
"Bagaimanapun kami akan cari pasangan terbaik untuk Asian Games juga. Kami ingin ada dua pasangan untuk bisa stabil dalam hal prestasi. Tidak hanya mengandalkan terus Owi/Butet," tutur Vita.
.
Vita berharap Praveen/Debby bisa memberikan yang terbaik di Inggris dan kembali membawa gelar bergengsi dari Inggris seperti 2016 lalu.

Source: Juara.net

Badminton News Flash[BNF] (@badminton_newsflash)

Undian All England Paksa Sesama Indonesia Duel di Babak Awal

Pelatih ganda putra pelatnas PBSI, Herry Iman Pierngadi, menilai hasil undian All England 2018 tak menguntungkan bagi Indonesia. Wakil-wakil Indonesia harus bentrok sesama sejak babak awal.
.
PBSI menurunkan empat pasang ganda putra di All England yang berlangsung 14-18 Maret di Birmingham, Inggris. Dari empat pasang itu, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo, yang tampil sebagai juara bertahan, akan bentrok dengan Angga Pratama/Tian Agung Saputro sejak babak pertama.
.
Potensi bentrok kembali muncul jika Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto lolos ke babak kedua. Mereka akan menjadi lawan pemenang antara Marcus/Kevin serta Angga/Rian. Boleh dibilang wakil Indonesia lain di ganda putra, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan, yang tak harus bentrok dengan sesama pasangan Merah Putih.
.
"Undian tahun ini kurang bagus lah. Tidak menguntungkan karena sejak babak awal kami sudah harus kehilangan dua pasang," kata Herry, menyoal undian ketika ditemui di pelatnas Cipayung, Rabu (21/2/2018).
.
"Idealnya kan di delapan besar atau semifinal baru potensi bentrok. Tapi ini bertemu di babak pertama-babak kedua mau bilang apa," dia menambahkan.
.
Apalagi, Herry berniat All England menjadi salah satu seleksi pemain untuk mengisi skuat tim Thomas di Bangkok pada Mei nanti. Sampai saat ini, menurut Herry, hanya Kevin/Marcus yang sudah mendapatkan tempat di tim tersebut.
.
"Sebenarnya apa yang mau diambil memang khusus Fajar/Rian saya ingin melihat untuk final Thomas Cup-nya. Saya ingin pemain yang benar-benar siap bisa masuk tim. Itu yang menjadi evaluasi saya di All England ini," ujarnya.
.
"Karena di Thomas Cup sudah ada dua pasang. Yang paling siap saat ini Marcus/Kevin, meski Ahsan/Hendra tetap akan dievaluasi juga. Tapi sebelum All England, selain Marcus/Kevin rencananya beberapanya akan ke Jerman dulu," ujarnya.

Source: detikcom

Badminton News Flash[BNF] (@badminton_newsflash)

Lagi cari kaos buat di pakai main bulutangkis/jalan-jalan santai, biar makin kece , cek IG @nettingcloth Banyak pilihan dari mulai .
-kaos -raglan -longsleeve
-sweater
-hoodie -zipper Hoodie
Untuk lebih jelas langsung hubungi contact saja
WhatsApp : 081291994807
Line : yrutomoo

Badminton News Flash[BNF] (@badminton_newsflash)

Turunkan 24 Pemain, Indonesia Kejar 1 Gelar Juara di All England

Indonesia menurunkan 24 atlet untuk bertarung di All England bulan depan. Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) membidik satu gelar juara.
.
All England, yang menjadi turnamen grade 2 level 2 dengan label BWF World Tour-Super 1000 akan bergulir 14-18 Maret di Birmingham, menjadi salah satu fokus PBSI tahun ini. Setelah undian dirilis, Selasa (20/2/2018), PBSI pun mulai menyusun target konkrit. Minimal menyamai hasil musim lalu, satu gelar juara.
.
"Saya selalu positif saja ya, peluang pasti ada. Melihat dari Indonesia Master kemarin kita punya peluang kok di empat sektor, ganda putra, ganda campuran, ganda putri, dan tunggal putra," kata Kepala Bidang Pembinaan Prestasi Olahraga PBSI, Susy Susanti, ketika ditemui di Pelatnas Cipayung, Rabu (21/2/2018).
.
"Tapi untuk target, saya tidak mau muluk-muluk, satu gelar saja," dia menegaskan.
.
Susy tak terganggu dengan hasil drawing yang memaksa wakil Indoensia bentrok di awal. Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon sudah harus berjumpa dengan sesama wakil Indonesia, Angga Pratama/Rian Agung Saputro. Begitu pula dengan Anthony Sinisuka Ginting. Dia harus bertarung dengan Tommy Sugiarto.
.
"Ganda putra akan menjadi incaran semua karena kami lihat Kevin/Marcus yang belum terkalahkan. Dia punya hat-trick, prestasi bagus juga tentu akan menjadi incaran," ujar dia.
.
"Tentu saya mengingatkan mereka untuk jaga kondisi, jangan puas dengan prestasi yang dicapai karena waktu mereka masih panjang. Jadi harus menjaga target, fisik, semua karena belum semua mereka capai. Masih ada yang di atas lagi. Tapi selama ada kesempatan kenapa tidak dipakai," dia menambahkan.
.
"Untuk tunggal putri bukannya saya bagaimana. Tapi memang kelasnya masih di bawah sektor lain. Saya cuma minta untuk buat kejutan. Kalahkan dulu yang 10 besar dan saya ingin sebanyak-banyaknya loloskan atlet ke 20 besar dunia. Itu target saya untuk putri. Sembari saya menempa mereka," dia menjalaskan.

Source: Detikcom
Picture:

Badminton News Flash[BNF] (@badminton_newsflash)

Alasan Denmark Menjadi Favorit Juara Piala Thomas 2018
.
Tim putra Denmark menjadi favorit untuk mempertahankan gelar Piala Thomas tahun ini. Penegasan itu terjadi setelah mereka juara pada Kejuaraan Beregu Eropa usai menang 3-1 atas Inggris dalam laga final di Tatarstan, Rusia, Minggu (18/2/2018). Tidak hanya itu saja. Peta kekuatan tim putra Denmark semakin lengkap karena mantan pemain nomor dua dunia, Jan O Jorgensen, yang beberapa waktu lalu dibekap cedera telah kembali untuk memperkuat tim sebagai tunggal putra ketiga.

Terkait kekuatan tim putra Denmark, Sekretaris Asosiasi Bulu Tangkis Malaysia (BAM), Datuk Ng Chin Chai, angkat bicara.
.
"Tim putra Denmark menduduki peringkat kedua sebagai tim terbaik di dunia setelah China," kata Ng dikutip BolaSport.com dari The Star.
.
"Mereka adalah juara bertahan dan juara Eropa. Mereka konsisten dan favorit juara Piala Thomas kali ini," lanjut Ng.
.
Ng menambankan, kembalinya Jorgensen akan menambah kekuatan Denmark. Ini membuat negara tersebut semakin berbahaya.
.
"Sektor tunggal tim putra Denmark sangat kuat. Kembalinya Jorgensen membuat tunggal putra ketiga mereka berbahaya," ucap Ng.
.
Selain diperkuat oleh Jorgensen, skuad putra Denmark diisi Viktor Axelsen, Anders Antonsen, Emil Host, Mathias Boe/Carsten Mogensen, Mads Conrad/Petersen Mads Pieler Kolding dan Kim Astrup/Mathias Christiansen.
.
Putaran final Piala Thomas 2018 akan digelar di Bangkok, Thailand, 20-27 Mei 2018.

Source: Kompas.com
More...