ASWAJA MENGAJI (@ngaji_santun) [similar]

06 - 07 - 2017 β€’ Tujuan utama di buat nya akun ini untuk menasehati diri admin sendiri . β€’ Tegur, dan nesehati admin secara santun jika kurang santun

ASWAJA MENGAJI (@ngaji_santun)

Syeikh Ahmad Khatib Sambas adalah seorang ulama yang mendirikan perkumpulan Tarekat Qodiriyah wa Naqsyabandiyah. Perkumpulan Tarekatini merupakan penyatuan dan pengembangan terhadap metode duaTarekat sufi besar. yakni Tarekat Qadiriyahdan Tarekat Naqsyabandiyah.
Ahmad Khatib Sambas dilahirkan di daerah Kampung Dagang,Sambas,Kalimantan Barat, pada bulan shafar 1217 H. bertepatan dengan tahun 1803 M. dari seorang ayah bernama Abdul Ghaffar bin Abdullah bin Muhammad bin Jalaluddin. Ahmad Khatib terlahir dari sebuah keluarga perantau dari Kampung Sange’. Pada masa-masa tersebut, tradisi merantau memang masih menjadi bagian dari cara hidup masyarakat di Kalimantan Barat.Sebagai sebuah daerah yang dibangun oleh Raja Tengah,keturunan dariRaja Brunei Darussalam, pada tahun 1620M. dan menobatkan diri sebagai sebuah kerajaan sepuluh tahun kemudian. Maka wilayah Sambas adalah daerah yang telah memiliki ciri-ciri kemusliman khusus sejakRaden Sulaiman yang bergelar Muhammad Tsafiuddin dinobatkan sebagai Sultan Sambas pertama.Pada waktu itu, rakyat Sambas hidup dari garis agraris dan nelayan. Hingga di tandatanganinya perjanjian antara Sultan Muhammad Ali Tsafiuddin(1815-1828) dengan pemerintahan kolonial Belanda pada tahun 1819 M. Perjanjian ini membentuk sebuah pola baru bagi masyarakat Sambas yakni, perdagangan maritim.Dalam suasana demikianlah, Ahmad Khatib Sambas menjalani masa-masa kecil dan masa remajanya. Di mana sejak kecil, Ahmad khatib Sambas diasuh oleh pamannya yang terkenal sangat alim dan wara’ di wilayah tersebut. Ahmad Khatib Sambas menghabiskan masa remajanya untuk mempelajari ilmu-ilmu agama, ia berguru dari satu guru-ke guru lainnya di wilayah kesultanan Sambas. Salah satu gurunya yang terkenal di wilayah tersebut adalah,H. Nuruddin Musthafa, Imam Masjid Jami’Kesultanan Sambas.
Karena terlihat keistimewaannya terhadap penguasaan ilmu-ilmu keagamaan, Ahmad Khatib Sambas kemudian dikirim oleh orang tuanya untuk meneruskan pendidikannya keTimur Tengah, khususnya keMakkah. Maka pada tahun 1820 M. Ahmad Khatib Sambas pun berangkat ke tanah suci untuk menuntaskan dahaga keilmuannya.

Lanjut di Komentar
πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡
More...